Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Dari DAPUR ke Masa Depan ANAK BANGSA, Ikhtiar NTT Menjaga GIZI dan Keamanan PANGAN

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Menurut Suardi, para peserta pelatihan bukan sekadar penerima materi, melainkan aktor kunci perubahan. Mereka diharapkan menjadi penggerak di daerah masing-masing, memastikan standar gizi diterapkan secara konsisten.

“Ilmu yang didapat harus dikembangkan dan diperluas dampaknya,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Perwakilan UNICEF Yudisthira Yewangoe menyoroti tantangan geografis Indonesia yang luas dan beragam. Baginya, keberhasilan MBG terletak pada ketelitian pelaksanaan.

Baca Juga :  RAKER Bersama KEPALA Daerah Pj. Gubernur ANDRIKO Melejitkan ENAM Agenda PRIORITAS

“Keberhasilan tidak hanya diukur dari anggaran atau distribusi, tetapi dari kualitas gizi, keamanan pangan, dan konsistensi,” jelasnya.

Di wilayah kepulauan seperti NTT, tantangan distribusi, penyimpanan, dan pengawasan menjadi pekerjaan rumah tersendiri yang membutuhkan sinergi kuat.

Menanam Benih Masa Depan

Baca Juga :  Dari STUNTING Hingga TPPO Provinsi NTT Raih Angka TERTINGGI

Pelatihan di Kupang ini mungkin hanya berlangsung beberapa hari. Namun, dampaknya diharapkan tumbuh jauh melampaui ruang pertemuan.

Dari tangan-tangan trampil para fasilitator, ilmu akan mengalir ke dapur-dapur sekolah, ke meja makan anak-anak, dan ke kebiasaan hidup sehat masyarakat.

Di sanalah, sesungguhnya, Program MBG menemukan maknanya. Bahwa MBG bukan sekadar memberi makan hari ini, tetapi menanam benih masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Baca Juga :  Bajawa KOTA DINGIN yang MENGHANGATKAN AnTiK NTT Fest Series III 2025

Dari dapur kecil di pelosok desa hingga ruang kelas di kota, ikhtiar menjaga gizi dan keamanan pangan terus berjalan—demi satu tujuan besar yakni membangun masa depan Indonesia dari piring makan anak-anaknya. +++ marthen/*

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan RPJMN 2025–2029, UNICEF. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab RPJMN 2025–2029, UNICEF.