Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa isu gizi dan keamanan pangan tidak bisa ditangani secara parsial.
“Saya mengapresiasi kehadiran semua pihak, mulai dari Badan Gizi Nasional, kementerian, akademisi, hingga mitra internasional seperti UNICEF. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam memenuhi kebutuhan gizi dan keamanan pangan bagi generasi hebat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.
Baginya, keberhasilan MBG bukan hanya tentang jumlah porsi makanan yang dibagikan, tetapi tentang kualitas proses di baliknya. Yaitu dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga penyajian.
Gubernur Melky berharap para peserta tidak berhenti pada ruang pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh harus mengalir hingga ke sekolah-sekolah, dapur-dapur pelayanan, bahkan ke lingkungan keluarga.
“Dengan pelatihan ini akan ada pertukaran pemikiran tentang standar gizi, keamanan pangan, dan kebersihan. Saya harapkan dapat disebarluaskan secara berjenjang dan membentuk budaya baru dalam urusan makanan yang lebih aman dan sehat,” ucapnya.
Gubernur Melky juga menekankan pentingnya membangun budaya hidup sehat sejak dini, mulai dari kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan peralatan dapur, hingga pengelolaan makanan yang higienis. Semua itu, menurutnya, menjadi fondasi kuat bagi masa depan anak-anak.
Dalam nada tegas, Gubernur Melky juga menyoroti pentingnya standar penyajian makanan yang disiplin. Ia bahkan mengusulkan pendekatan “nol toleransi” terhadap pelanggaran keamanan pangan.
“Jika masih ada hal yang memicu keracunan makanan, harus diberika.n sanksi tegas. Ini untuk menurunkan risiko dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG,” tegasnya.
Bagi Gubernur Melky, ketegasan bukanlah bentuk hukuman semata, melainkan wujud tanggung jawab moral kepada jutaan anak penerima manfaat.
Investasi Jangka Panjang
Dari layar virtual, Deputi Badan Gizi Nasional Suardi Samiran menegaskan bahwa MBG adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak Indonesia.
“Asupan gizi hari ini berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujarnya.













