Rupiah, Identitas dan Kemandirian
Dalam sambutannya, Serena mengaitkan SERAMBI dengan visi pembangunan daerah: Kota Kasih sebagai Rumah Bersama yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
Bagi Serena, rupiah bukan sekadar alat transaksi, tetapi simbol kedaulatan dan identitas bangsa. “Stabilitas sistem pembayaran dan literasi keuangan adalah fondasi kemandirian daerah. Untuk itu semua elemen masyarakat perlu mencintai rupiah, memahaminya, dan menggunakannya secara bertanggung jawab,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa literasi keuangan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari pedagang kecil hingga pelaku usaha menengah, agar roda ekonomi bergerak lebih sehat dan Inklusif.

Rp1,7 Triliun Layak Edar
Sementara itu, Adidoyo Prakoso menjelaskan bahwa SERAMBI 2026 merupakan tahun kelima pelaksanaan secara nasional oleh Bank Indonesia.
Program ini berlangsung mulai 13 Februari hingga 15 Maret 2026, dengan tema : Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah.
“Tahun ini kami (Bank Indonesia, red) menyiapkan uang layak edar sebesar Rp1,7 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Dana tersebut disalurkan melalui berbagai layanan, mulai dari kas ritel di rumah ibadah, kas terpadu bersama perbankan, layanan mitra kerja, hingga layanan tematik di kawasan pesisir dan pusat aktivitas warga.
Bagi Adidoyo, pemerataan akses penukaran uang menjadi kunci agar seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, dapat merasakan manfaat SERAMBI.













