Pimpinan DPW PB NTT Diberi Deadline Waktu 14 Hari

Hajatan akbar Rapat Pimpinan Wilayah ke-2 Partai BERKARYA (PB) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berakhir. Namun ada beberapa catatan penting dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Partai BERKARYA, Dr. Priyo Budi Santoso. Diantaranya, Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai BERKARYA Provinsi NTT (DPW PB NTT), Jan Christofel Benyamin dan Zulkifli agar segera melakukan konsolidasi internal baik di tingkat DPW dan DPD-DPD se-NTT untuk memantapkan langkah menuju Pemilu 2019.

 

Kupang, citra-news.com – SEKJEN DPP Partai BERKARYA, Dr. Priyo Budi Santoso mengingatkan semua jajaran pengurus di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk segera melakukan konsolidasi internal.

Hal itu dikatakan Budi Santoso di hadapan para pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai BERKARYA se-Provinsi NTT di Kupang, Kamis 10 Mei 2018.

Menurut dia, Rapimwil II ini bersifat curah pendapat. Setelah mendengar curah pendapat, DPP Partai BERKARYA membuat beberapa catatan sebagai kesimpulan. Pertama, hari ini Kamis 10 Mei 2018 Rapimwil dan Rapimda, hari ini  kita naikkan derajatnya.

Kedua, ada pergantian kepengurusan baik di tingkat DPW maupun DPD terutama terutama untuk posisi ketua- sekretaris-bendahara (KSB). Dan ketiga, kepengurusan di tingkat DPW dan DPD dinaikkan menjadi 45 orang.

Untuk kepengurusan di tingkat DPW, lanjut Budi Santoso, khususnya  Ketua dan Sekretaris DPW PB NTT (Jan Christofel Benyamin dan Zulkifli) dalam tempo yang sesingkat-singkatnya untuk melakukan konsolidasi internal pengurus termasuk pengurus di DPD-DPD. Termasuk DPD segera bentuk Relawan-relawan  paling kurang sebanyak 500 relawan perkabupaten/kota. Berikut, melaksanakan perintah DPP Partai BERKARYA, menunjuk 2 (dua) orang di KPUD untuk mengontrol SILON (Sistem Informasi Calon).

“Paling lambat 14 hari pimpinan (DPW PB NTT) terutama Ketua, iya pak Ketua, jika tidak ada tanda-tanda kerjasama yang baik antara Ketua dan Sekretaris, maka DPP Partai BERKARYA segera bertindak hal-hal yang dipandang perlu,”tegas Budi Santoso.

Menurut  dia, perbedaan pendapat yang terjadi saat tatap muka merupakan dinamika yang lumrah terjadi pada partai politik manapun. Termasuk Partai BERKARYA. Bahwa perbedaan yang ada sebagai motivasi yang mengilhami seluruh pengurus partai dalam merajut persatuan dan konsolidasi untuk terus maju meraih kesuksesan di Pemilu 2019.

Berkaitan bakal calon legislatif (Bacaleg), Budi Santoso, meminta untuk merekruit calon sebanyak-banyaknya. Baik untuk Bakal Calon DPR RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kabupaten/Kota. Dan dalam proses rekruitmen Bacaleg di Partai BERKARYA tidak ada MAHAR. Kami tidak ingin lagi mendengar Caleg sisa, tegasnya. +++ tim cnc

 

Gambar : Sekjen DPP Partai BERKARYA, Dr. Priyo Budi Santoso (berkacamata dan berselendang kain adat NTT) dijamu dengan tarian adat Timor di Bandara El Tari Kupang, Kamis 10 Mei 2018. (doc. marthen radja/CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *