“Yang kita urus adalah orang miskin, bukan orang bermental miskin. Data harus diverifikasi sampai desa. Kalau ada yang bermain, kita tindak tegas,” ujarnya.
Target penurunan angka kemiskinan pun dipasang ambisius, dari 17,5 persen menjadi 11,5 persen hingga akhir masa kepemimpinannya.
Model Kerja Operasional dan Terukur
Kelima tim kerja ini bersifat operasional, tanpa mengambil alih tugas pokok OPD. Fungsinya adalah mempercepat koordinasi, memotong jalur birokrasi yang panjang, serta memastikan program berjalan tepat waktu. Evaluasi kinerja akan dilakukan setiap bulan selama satu tahun, dengan indikator terukur.
Selain itu, Gubernur Melky juga meminta penyusunan Cascading kinerja ASN agar capaian pembangunan dapat dipantau secara personal dan objektif.
Pembentukan lima tim kerja ini mencerminkan pergeseran pendekatan pembangunan NTT: dari pola sektoral menuju kolaborasi lintas bidang berbasis kinerja.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen kepemimpinan daerah untuk mengintegrasikan perencanaan, pelaksanaan, dan komunikasi publik dalam satu irama kerja.
Jika berjalan konsisten, model ini berpotensi menjadi fondasi baru bagi percepatan pembangunan NTT yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. +++ marthen/*












