Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

SEHARI di Kupang WAPRES GIBRAN Sentuh EKONOMI Lokal, PENDIDIKAN, dan LUMBUNG PANGAN

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Citra News.Com, KUPANG – KUNJUNGAN Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke Kota Kupang dan Kabupaten Kupang pada Senin, 6 April 2026, menjadi rangkaian agenda strategis yang tidak sekadar bersifat seremonial.

Dalam satu hari, Wapres Gibran membuka Festival Pawai Paskah sekaligus meninjau sejumlah titik vital yang berkaitan langsung dengan ekonomi lokal, pendidikan, dan ketahanan pangan.

Didampingi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wapres Gibran memulai rangkaian kunjungan dengan menyambangi NTT Mart di Jalan Palapa, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai simbol penguatan ekonomi berbasis produk lokal.

Baca Juga :  KKP RI Segera Bangun PABRIK ES di NBS Kota Kupang

Kedatangan Wapres disambut Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT Sony Libing, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Hadir pula Wali Kota Kupang Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang Serena Corsgrova Francis, menandai pentingnya sinergi lintas pemerintahan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Di dalam NTT Mart, Wapres Gibran meninjau langsung berbagai produk unggulan khas NTT. Mulai dari kopi lokal, madu hutan, olahan daun kelor, hingga pangan berbasis sorgum menjadi perhatian utama. Produk-produk tersebut merupakan hasil karya pelaku industri kecil dan menengah dari berbagai wilayah di NTT.

Baca Juga :  Jefri : Gunakan Kendaraan Operasioal Untuk Kebutuhan Masyarakat

NTT Mart sendiri hadir sebagai implementasi kebijakan pembangunan daerah melalui program Dasa Cita dan Gerakan Beli NTT, yang mengusung semangat “Ayo Bangun NTT.” Kehadiran pusat pemasaran ini menjadi langkah konkret dalam mendorong hilirisasi produk lokal.

Selain produk kuliner, NTT Mart juga menampilkan berbagai produk kriya dan fashion khas dari 22 kabupaten/kota di NTT. Tenun tradisional dan kerajinan tangan menjadi bagian dari identitas budaya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki nilai historis dan kultural yang tinggi.

Baca Juga :  Patriotisme PATTIMURA, Spirit Menuju NTT Sejahtera

Gubernur Melky Laka Lena menegaskan pentingnya konsolidasi pelaku UMKM agar seluruh produk lokal dapat terakomodasi secara maksimal. Ia berharap NTT Mart tidak sekadar menjadi tempat penjualan, tetapi juga pusat promosi produk unggulan daerah.