‘BANJIR’ Manusia di SUNDA Kecil EXPO 2019

MARSIANUS Jawa di ruang kerjanya Kantor Dinas PMPTSP Provinsi NTT di bilangan Jalan Basuki Rachmat Oepura Kota Kupang, Timor NTT. Doc. CNC/egy-delegasi.com

Dipastikan akan hadir ribuan manusia saat digelarnya Sunda Kecil Expo di ibukota Provinsi NTT. Berbagai kalangan akan membanjiri Kota Kupang tidak terkecuali aneka produk UMKM dari hasil karya masyarakat Flobamora pun laris terjual di even tahunan itu.

Citra-News.Com, KUPANG – UNTUK KEDUA kalinya Kota Kupang ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi Tuan Rumah penyelenggaraan Sunda Kecil Expo. Perhelatan akbar yang digagas bersama para pemangku kepentingan di tiga wilayah provinsi kawasan Sunda kecil ini menghadirkan para pengusaha kawakan di dalam dan luar negeri.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi NTT, MARSIANUS Jawa mengatakan, kegiatan Sunda Kecil Expo tahun 2019  segera digelar tanggal 11-17 Nopember 2019 di Kota Kupang, ibukota Provinsi NTT.

“Minat para peserta untuk terlibat dalam kegiatan expo tahun ini cukup tinggi. Ini dibuktikan dengan banyak stand yang disiapkan sudah laku terjual,”ungkap Nus Jawa saat ditemui sejumlah awak media belum lama ini di Kupang.

Mantan Kepala Kantor Inspektorat Provinsi NTT ini menjelaskan, kegiatan expo tersebut bertujuan untuk membangun promosi yang komunikatif dan strategis tentang potensi dan investasi yang ada di NTT. Selain itu mempererat hubungan kerjasama perekonomian tertuama di tiga provinsi di kawasan Sunda Kecil. Masing-masing Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi NTT.  Pemilihan lokasi pameran akbar ini berdasarkan kesepakatan bersama dalam forum rapat, tandasnya.

Putra asal Ngada ini lebih jauh menjelaskan, untuk kegiatan Sunda Kecil Expo tahun 2019, pemerintah Provinsi NTT menyiapkan 3 (tiga) Type Sewa Tempat. Kesemua type yang ada ini terpusat di Lippo Plaza Kupang.

Untuk Type pertama dengan stand yang berada dalam gedung Lippo Plaza. Dimana disiapkan sebanyak 30 stand. Dengan masing-masing stand berukuran 3 x 4 meter persegi dan harga sewa per unitnya sebesar Rp 10 juta.

“Ke-30 stand utama ini semuanya sudah laku terjual. Ini menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam Sunda Kecil Expo ini cukup tinggi,”tegasnya.

Sedangkan dua type lainnya, sambung Nus Jawa,  ada 11 stand dengan harga sewa per unit Rp 5 juta berada di pelataran Lippo Plaza. Sementara 35 stand (tenda) disiapkan di area parkiran Lippo Plaza. Dengan harga sewa per unit sebesar Rp 300.000.

MARSIANUS Jawa. Doc. CNC/egy-delegasi.com

“Kita yakin sebelum pelaksanaan expo stand-stand yang ada di pelataran dan di area parkiran Lippo Plaza sudah habis terjual. Karena dalam komunikasi kita sudah banyak peserta, baik dari dalam maupun dari luar negeri yang menyatakan siap mengikuti expo 2019,”ucapnya yakin.

Pengusaha Tiongkok Dipastikan Ikut Expo

Nusa Jawa mengatakan, kor bisnis di momentum expo biasanya diminati para pengusaha kelas dunia. Di Sunda Kecil Expo kali ini akan diikuti pengusaha dari negara Timor Leste dan Australia. Itu berarti juga lebih memperkuat jaringan bisnis Three Lateral antara NTT Indonesia – Dilli Timor Leste – Darwin Australia. Segita pertumbuhan ekonomi yang selama ini terjalin terus diperkuat diantaranya melalui kegiatan expo.

“Dalam komunikasi kita dengan para pengusaha  nantinya peserta expo bukan saja pengusaha dalam negeri tapi juga luar negeri. Yang sudah pasti adalah para pengusaha (pelaku saha) dari wilayah Sunda Kecil. Selain itu Kementerian Pariwisata, Kementerian Koperasi dan UKM, juga pengusaha dari Jawa Timur,”beber dia.

Bahkan Konjen Tiongkok di Denpasar Bali, kata Nus Jawa, sudah menyampaikan akan mengikutsertakan pengusaha asal Tiongkok yang ada di Pulau Jawa dan Bali. Ini berarti minat dan kesediaan para pengusaha berpartisipasi dalam expo ini cukup tinggi. Tidak terkecuali juga peserta dari negara Timor Leste dan Australia, tegasnya berulang.

Meski demikian kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga turut mengambil bagian untuk mempromosikan produk-produk kerajinan dari masyarakat lokal. Produk tenun ikat atau barang industry yang bernilai ekspor turut dipromosikan di event akbar ini. Singkatnya semakin peminat dan semakin bervariasinya  materi promosi, justeru menunjukkan kalau NTT memiliki beragam potensi dan sumber daya, pungkasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *