Ia mengingatkan para pelajar agar tidak hanya mendengar materi, tetapi benar-benar memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pengetahuan tentang HIV/AIDS bukan sekadar informasi medis, melainkan bekal untuk melindungi diri dan masa depan.
“Apa yang dipelajari para pelajar hari ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan hidup sehat dan sikap bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan sosial”, kata Sekda Jefry.
Langkah ini juga mencerminkan kesadaran bahwa keberhasilan program kesehatan tidak bisa berdiri sendiri. Pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat harus berjalan seiring agar pesan yang disampaikan tidak berhenti di ruang kelas semata.
Ketua Panitia kegiatan, Dellya Loa-Johanes, dalam laporannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap tren peningkatan kasus HIV/AIDS di Kota Kupang dari tahun ke tahun. Situasi tersebut mendorong perlunya pendekatan yang lebih komprehensif, terutama kepada generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS-mulai dari cara penularan hingga langkah pencegahan- menjadi tameng utama bagi remaja agar tidak terjerumus pada perilaku berisiko.
Tanpa edukasi yang memadai, remaja berpotensi menerima informasi keliru dari lingkungan atau media yang tidak terpercaya.
Edukasi Reproduksi













