Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

PELAYANAN Rumah Sakit Harus UTAMAKAN NYAWA Pasien GAWAT Darurat BUKAN Administrasi

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Sudah sekitar 24 pasien gawat darurat ditangani RSUD S.K Lerik menggunakan Dana Pengaman Kesehatan 2025″, sebut dr. Diana

Citra News.Com, KUPANG – WALI KOTA Kupang, dr. Christian Widodo mengatakan, Pemerintah Kota Kupang mengalosikan Dan Pengaman Kesehatan Kegawatdaruratan untuk RSUD S.K Lerik sebesar Rp 3 Miliar per tahun.

Demikian dr. ChristianWidodo saat acara Sosialisasi Dana Pengaman Kesehatan Layanan Kegawatdaruratan di Aula RSUD S.K. LERIK, Kupang, Jumat (01/8).

Baca Juga :  Terus BERTAMBAH Angka SEMBUH Covid19 di KOTA Kupang

Sesungguhnya spirit pelayanan yang dibangun pihak rumah sakit, tegas dia, adalah mengutamakan keselamatan nyawa manusia. Dahulukan tindakan pasien yang sedang gawat darurat itu.

“Pelayanan rumah sakit harus mengutamakan nyawa orang sakit. Apalagi pasien dalam kondisi gawat darurat. Kesampingkan dulu urusan administrasi seperti Kartu BPJS Kesehatan dan kartu lain-lain yang sifatnya administratif. Nanti
setelah pasien gawat darurat itu sembuh barulah diurus menyusul. Itupun nanti kita bantu”, ujarnya.

Baca Juga :  PENJABAT Wali Kota Kupang Sebut PRODUK Olahan SAMPAH Tumbuhkan EKONOMI Masyarakat

Dia mengakui pengalokasian Dana Pengaman Kesehatan Kegawatdaruratan tersebut mungkin dirasa kurang. Tapi dalam keterbatasan pemerintah hadir untuk melayani. Kami, saya dan kaka Serena kini hadir sebagai Walikota dan Wakil Walikota Kupang, menjalani apa yang ada yang sudah dianggarkan tahun sebelumnya

Besaran dana pengaman kesehatan gawat darut 3 miliar ini, pemerintah bersama dewan sudah anggarkan waktu kami masih berkontestasi tahun 2024. Kemudian tahun 2025 setelah kami jadi Wali kota dan Wakil terjadi efisiensi anggaran.

Baca Juga :  ADUH, Bertambah Lagi Covid-19 KOTA Kupang 'Makan' Korban

“Ini sebuah dilema yang kami hadapi. Tapi kami yakin dalam kebersamaan kita pasti bisa. Apalagi menyangkut kebutuhan hajat hidup orang banyak, kita punya harapan dan pasti ada jalan keluar. Kalau kita kerja sendiri, kita hanya setetes air. Tapi kalau kita bersama-sama, kita adalah satu samudera. Individually we are one drop, but together we are one ocean,” ungkap dr. Christian.

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan RSUD S.K. Lerik Kupang. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab RSUD S.K. Lerik Kupang.