Kegiatan sosialisasi ini melibatkan 60 siswa perwakilan dari 21 SMP di Kota Kupang. Para peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan pemerintah dalam pencegahan HIV/AIDS serta edukasi kesehatan reproduksi yang disampaikan oleh tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu.
Lebih dari sekadar penyampaian materi, kegiatan ini dirancang untuk membangun kesadaran kolektif bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama.
Remaja diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga penyampai pesan positif di lingkungan sekolah dan keluarga.
Langkah Pemerintah Kota Kupang ini dapat dibaca sebagai strategi jangka panjang. Edukasi sejak usia SMP membuka peluang terciptanya generasi yang lebih sadar kesehatan, berani berkata tidak pada perilaku berisiko, serta mampu menjaga diri dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.
Di tengah derasnya arus informasi digital dan perubahan gaya hidup remaja, pendekatan edukasi langsung seperti ini menjadi semakin relevan.
Sekolah bukan lagi sekadar tempat belajar akademik, tetapi juga benteng awal pencegahan berbagai persoalan kesehatan masyarakat.

Pada akhirnya, sosialisasi HIV/AIDS bagi pelajar SMP bukan sekadar program tahunan, melainkan investasi masa depan. Jika pengetahuan benar ditanamkan sejak dini, maka harapan untuk menekan angka kasus di masa mendatang bukanlah sesuatu yang mustahil.
Di Kota Kupang, langkah kecil di ruang aula itu sesungguhnya sedang menyiapkan perlawanan besar – melawan ancaman yang kerap datang diam-diam, tetapi berdampak panjang bagi generasi muda. +++ marthen/*













