Profect Layanan Kesehatan Mata Inklusif Merambah ke TTS

Dokter MUSA Salurante dan DENIMAS Sailana pada kegiatan Suluh Kesehatan mata inklusif di SoE, Timor NTT, Kamis 27 Pebruari 2020. Doc.CNC/jor tefa-Citra News.

Sulurante : Project layanan kesehatan mata inlusif perlu ditindaklanjuti dengan MoU dengan pemerintah daerah. Karena sangat membantu Dinas Kesehatan melakukan screaning mata.

Citra-News.Com, SoE – YAYASAN Tanpa Batas (YTB) menggandeng Christofel Blindon Mission CBM) menyelenggarakan kegiatan Projek sistim kesehatan inklusif untuk layanan kesehatan mata yang efektif. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di SoE, Kamis 27 Pebruari 2020.

Kepala Bidang  Layanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Dokter MUSA Salurante  mengatakan, project mata inklusif sangat membantu pekerjaan dinas sehingga perlu ditindaklanjuti dengan membuat MoU (memorandum of Understanding) dengan pemerintah daerah.

Suasana kegiatan Suluh Kesehatan mata inklusif di SoE, Timor NTT, Kamis 27 Pebruari 2020. Doc.CNC/jor tefa-Citra News.

“Project layanan kesehatan mata inklusif ini sanag membantu kami di dinas kesehatan. Harapan saya agar ditindaklanjuti dengan membuat MoU. Yakni kerja sama antara pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait. Karena sesungguhnya tentang screaning mata serta  penanganannya  dimulai dari Rumah Sakit, Puskesmas yang dibantu para Dokter, Kapus (Kepala Puskesmas),  perawat, dan kader kesehatan. Sehingga bisa tetap dilaksanakan,”ungkap Musa.

Direktur YTB, DENIMAS Sailana dalam pengenalan singkat  project ini, menjelaskan kehadiran Yayasan Tanpa Batas dan CMB dalam project kesehatan mata inklusif sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat NTT umumnya dan khususnya Kabupaten TTS.

Project ini bertujuan untuk penguatan sistem layanan kesehatan mata, mengurangi angka gangguan penglihatan dan kebutaan serta pemenuhan hak penyandang disabilitas. Dan yang paling utama agar masyarakat mendapatkan akses pelayanan secara adil, kata Sailana.

Sementara Komite Penyandang Disabilatas (KIPDA) Kabupaten TTS, IMANUEL Nuban, menjelaskan organisasi pelayanan disabilitas di TTS bisa mendapatkan fasilitas kesehatan, pelatihan dan penyesuaiaan aksebilitas  di Puskesmas dan tempat kesehatan lainnya. +++ jor/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *