Pemerintah Beri Stimulan
Wakil Wali Kota Kupang Serena Corsgrova Francis mengingatkan, program BSPS dibangun dengan semangat swadaya dan gotong royong. Ia mengaku masih menemukan warga yang mundur karena menganggap kata “swadaya” berarti harus membangun sendiri tanpa bantuan pemerintah.
Menurutnya, pemahaman itu perlu diluruskan. “Swadaya itu gotong royong, saling membantu antar keluarga dan tetangga. Pemerintah tetap hadir membantu masyarakat,” jelasnya.
Senada dengan itu, Kepala Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman Nusra II, Soemin Kase, menjelaskan bahwa BSPS merupakan bantuan stimulan untuk meningkatkan kualitas rumah, bukan program rumah baru siap huni.

Ia menyebut setiap penerima akan memperoleh bantuan Rp20 juta per unit, terdiri dari Rp17,5 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.
“BSPS ini bantuan stimulan, bukan terima rumah kunci jadi. Ada unsur swadaya masyarakat di dalamnya. Jadi fokusnya memperbaiki rumah tidak layak huni, mulai dari atap, sanitasi hingga struktur dasar bangunan”, tegasnya.
Soemin Kase menjelaskan, BSPS merupakan program peningkatan kualitas rumah berbasis partisipasi masyarakat, bukan bantuan rumah baru sepenuhnya dari pemerintah.













