Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

TIDAK Lagi di PINGGIR Peta, NTT Kini Diposisikan Jadi GERBANG Depan EKONOMI INDONESIA

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Tampak hadir, Kika : Yosef A. Nae Soi, Rofinus Neto Wuli, Purnomo Yusgiantoro, Gubernur Melky Laka Lena, dan Emilia Julia Nomleni-Ketua DPRD Prov.NTT. Doc. CNC/Biro APim setdantt

Citra News.Com, KUPANG – SELAMA puluhan tahun, Nusa Tenggara Timur (NTT) kerap dipersepsikan sebagai daerah paling timur yang identik dengan ketertinggalan, kemiskinan, dan minimnya infrastruktur.

Namun, di tengah perubahan arah pembangunan nasional dan dinamika geopolitik kawasan, cara pandang terhadap NTT mulai bergeser secara fundamental. Provinsi NTT yang selama ini dianggap berada di “pinggiran” Indonesia kini justru diposisikan sebagai beranda depan negara sekaligus gerbang selatan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Perbaikan JALAN Rusak di KOTA Kupang CHRISTIAN Widodo Jemput SOLUSI ke Pemerintah PUSAT

Pergeseran cara pandang (perspektif, red) inilah yang menjadi pesan utama Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus DPD IKAL Lemhannas Provinsi NTT Masa Bakti 2026–2031 di Kantor Gubernur NTT, Kupang, Sabtu (20/6/2026).

Bagi Gubernur Melky Laka Lena, posisi geografis NTT bukan lagi sekadar fakta administratif. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste dan berhadapan dengan perairan Australia merupakan modal strategis yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai kekuatan pembangunan.

Baca Juga :  SEMANGAT St. Arnoldus Janssen MENGGEMA dari Panggung SEKOLAH di KOTA Kupang

“NTT bukan sekadar wilayah paling selatan Indonesia, tetapi beranda depan negara dan gerbang selatan ekonomi nasional,” tegasnya.

Pernyataan Gubernur Melky ini sesungguhnya mengandung pesan yang lebih dalam daripada sekadar slogan pembangunan. Ia menandai perubahan paradigma bahwa wilayah perbatasan bukan lagi halaman belakang republik, melainkan wajah pertama Indonesia di mata dunia. Dari benteng kedaulatan NTT sudah berarak menuju pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Indonesia.

Dalam perspektif geopolitik modern, daerah perbatasan tidak hanya dipandang sebagai kawasan pertahanan, tetapi juga sebagai simpul ekonomi, perdagangan, investasi, hingga diplomasi kawasan.

Baca Juga :  Memperbaiki BUMI dan Melestarikan LINGKUNGAN HIDUP adalah KEWAJIBAN SEMUA Orang

“Menjaga NTT tidak cukup hanya melalui penguatan aparat keamanan. Yang jauh lebih penting adalah menghadirkan kesejahteraan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta membuka ruang investasi yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Penguatan wawasan kebangsaan harus berjalan beriringan dengan percepatan pembangunan”, tegas Gubernur Melky.

Nasionalisme, tambah dia, tidak hanya diwujudkan melalui simbol dan seremoni, tetapi juga melalui hadirnya negara dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat di wilayah terdepan.