UNBK SMK di NTT Hadapi Kendala Jaringan Telkomsel dan Kelistrikan

Alo Min : Proktor Diminta Lebih Meningkatkan Kapabilitas

Kupang, citranews.com – PELAKSANA HARIAN (PLH) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Drs. Aloysius  Min mengatakan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) khususnya UN Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMK pada hari pertama tanggal 2 April 2018 berjalan aman, tertib dan lancar.

“Meski demikian ada beberapa SMK di NTT mengalami beberapa kendala dalam pelaksanaan UNBK dimaksud. Terutama pada jaringan server mengalami jebol. Selain mengalami kendala soal kelistrikan,”tuturnya.

Dia menjelaskan,  kendala-kendala dimaksud yakni di SMK Negeri 1 Lewoleba KabupateenLembata mengalami gangguan jaringan internet. Sehingga Sesi I UNBK yang seharusnya dilaksanakan pada Jam 07.30 Wita undur setelah Sesi III sehingga dilaksanakan pada pukul 15.45 Wita.

Berikut, di SMKN Bina Mandiri di Kabupaten Manggarai Barat, Sesi I tertunda disebabkan oleh gangguan jaringan internet. Setelah dikomunikasikan dengan PT Telkomsel di Nggorang untuk menaikkan penguat signal. Sehingga Sesi I ditunda setelah Sesi III.

Kemudan di SMKN 6 Kota Kupang di ruang pertama itu, server utama jebol. Sehingga Sesi I dan II dilaksanakan dengan menggunakan server cadangan dan dimulainya ujian agak siang. Sedangkan SMKN 2 Kota Kupang, server utama pada ruang 1 mengalami jebol. Kemudian diupayakan dengan berbagai cara sehingga siswa melaksanakan ujian serentak dengan menggunakan server cadangan. Ujian berakhir pada pukul 21.00 Wita. Kemudian kita meminta pusat agar jangan menutup jaringan supaya upload bisa selesai baru ditutup. Itu terjadi pada hari pertama UNBK.

Dan pada hari kedua Selasa 3 April 2018 terjadi permasalahan di SMKN 2 Kota Kupang. Yaitu server utama di ruang 4 jebol kemudian diminta diaktifkan server cadangan dan sudah dilakukan. Itu terjadi pada hari pertama dan hari kedua. Sedangkan pada hari ketiga (Rabu, 4 April 2018) pelaksanaan UNPK berjalan lancar. Namun untuk UNBK mengalami masalah di SMKN Wulanggitang Kabupaten Flors Timur. Dimana pada Sesi I selesai ujian power suplay rusak.  Karena listrik turun naik (spaning) atau tidak stabil sehingga dilakukan perbaikan dulu. Tetapi setelah server utama ditangani oleh Helpdesk  bahan ujian tidak bisa diselamatkan (data hilag). Jalan keluarnya adalah mengikuti ujian susulan yang diselenggarakan pada tanggal 17-18 April 2018.  Tetapi pada hari ketiga masuk ke  Sesi III harus pindah ke ujian susulan.

“Tidak  bisa pindah ke hari Kamis, 5 April 2018 karena masih ada ujian. Sistemnya begitu. Jikalau masih bisa diselamatkan sampai dengan jam 10 malam (pukul 22.00 Wita) maka bisa dilakukan. Akan tetapi datanya hilang semua (blank) sampai dengan pukul 22.00  Wita,”tandasnya.

Berikut di SMKN 1 Kota Kupang, server utama bermasalah pada Sesi I sedangkan hasil ujian belum sempat upload ke pusat dan status pesertanya kosong (blank).  Kita berharap bisa terselamatkan malam ini dengan batas waktu sampai dengan pukul 22.00 Wita.

Kalau yang terjadi di SMKN Wulanggitang Kabupaten Flores Timur, tegas  dia,  sudah diputuskan untuk mengikuti ujian susulan. Kalau di SMKN 1 Kota Kupang masih diupayakan, karena status data kosong (blank). Mudah-mudahan tidak ujian susulan. Sedangkan UNBK Sesi II dan Sesi III berjalan dengan menggunakan server cadangan.

Dalam penyelenggaraan UNBK ini dukungan utamanya adalah PT Telkomsel dan PT PLN. Kerjasama ini diharapkan bisa berjalan dengan baik. Berikut juga para Proctor kita yang dilatih di setiap sekolah. Namun ke depannya para Proktor lebih meningkatkan ketrampilannya (kapabilitas) agar permasalahan-permasalahan serupa bisa diminimalisir.

Pelaksanaan UNKB tahun 2018 mengalami  peningkatan di Provinsi NTT. Tapi secara nasional kita masih dibawah soal  jumlah sekolah yang ikut UNBK. Saat ini (tahun 2018) sudah 17 provinsi yang sudah 100 persen UNBK. Artinya 17 provinsi di Indonesia  sudah 100 persen UNBK sedangkan NTT baru setengahnya, walaupun jumlah sekolahnya mengalami peningkatan ari tahun 2017. Tetapi kalau dibandingkan secara nasional maka jumlah sekolah UNBK di NTT masih berada dibawahnya.

Nah, ini menjadi tantangan kita di tahun 2019, sambungnya. Karena ketentuannya tahun 2019 seluruh sekolah wajib UNBK. Mengapa UBK. Karena dari segi  biaya itu lebih murah ketimbang UNKP. UNKP kan harus cetak soal, distribusi soal, pengamanannya, pemeriksaannya sampai pada pemindaian dan koreksi.  Kalau UNBK palingan drop scoringnya. Dalam mana nilai dari komputer  diberi skor. Sehingga diharapkan seluruh sekolah harus memiliki peralatan yang ada demi menekan biaya.

Keuntungan lain dari UNBK adalah kebocoran soal bisa ditekan (meminimalisir kebocoran soal). Juga sekolah bisa pinjam laptop yang dimiliki siswa setelah diinstal ulang .

Untuk kebutuhan peralatan UNBK ini  bapak Gubernur sangat mendukung dengan penyediaan dana APBD. Selain dana Dekon dan dana-dana dari Komite juga dana BOS. Langkah yang dilakukan pusat adalah antara SMA dan SMK berbeda jadwal UNKP dan UNBK. Supaya SMK bisa mengunakan fasilitas yang dimiliki SMA. Jadi saling membantu untuk mengisi kekurangan  peralatan kekurangan kumputer, server dan lain-lainnya.

“Mudah-mudahan dengan strategi ini di tahun 2019 seluruh sekolah di NTT akan melaksanakan UNBK. Kalau seluruh sekolah UNBK tentu yang kita antisipasi nanti di masalah jaringan. Karena penggunaan frekwensi di jam yang sama pasti akan semakin tinggi. Karena semakin tinggi frekwensi masuk maka salah satu penyebab jebolnya peralatan. Tapi kami jadikan ini sebagai pengalaman untuk UNKP dan UNBK untuk SMA nantinya. Bahkan jadi pelajaran di tahun 2019, karena tahun ini kami belajar dari tahun lalu. Tentunya kami berterimakasih dukungan pihak Telkomsel dan PLN, masyarakat serta media massa,”paparnya.

Terkait pengadaan peralatan yang ada, jelas Alo, adalah bantuan pusat melalui dana dekon. Ada yang dari APBD I ketika peralihan kewenangan dimana SMA/SMK menjadi kewenangan provinsi, pemerintah provinsi NTT sudah intervensi. Akan tetapi ada yang disediakan pihak sekolah juga dana BOS ada item yang digunakan untuk beli IT. Juga dana dari Komite sekolah.  Sehingga total server lokal yang digunakan atau yang dibeli oleh sekolah 321 server utama dan server cadangan.  Dan ini bisa akan digunakan untuk kebutuhan selanjutnya.

Apakah permasalahan kelistrikan dan jaringan telkomsel sudah jauh-jauh hari pihak Dinas Pendidikan sudah berkoordinasi?  Menurut Alo, karena ujian ini bersifat nasional maka pihak Kemeterian Pendidikan sudah lakukan kerjasama dengan pihak PT PLN dan PT Telkomsel. Demikian juga di NTT kita sudah surati dari jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan UN. Hanya karena kondisi masing-masing daerah berbeda maka jaringan internet dan pusat pembangkit  tenaga listrik juga masalahnya bervariasi. +++ cnc1

 

Editor : marthen radja

Gambar : Drs. Aloysius Min/doc. citra news

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *