Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Polkam  

Ketika BERAS Sampai di Meja MAKAN, Negara Hadir di Tengah KELUARGA

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Untuk wilayah NTT, tercatat 852.631 penerima bantuan pangan dengan kebutuhan sekitar 25.578,93 ton beras untuk alokasi Juli hingga September 2026.

Khusus Kota Kupang, jumlah penerima mencapai 37.319 orang dengan total bantuan sekitar 1.119 ton beras. Bulog berkomitmen memastikan penyaluran berlangsung tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat kualitas.

Namun keberhasilan program tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada Bulog. Dibutuhkan sinergi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah, aparat kecamatan dan kelurahan/desa, transporter serta seluruh unsur yang terlibat dalam proses distribusi.

Baca Juga :  BERAS Stok AMAN Harga TELUR NAIK, PT Pelindo Minta BANGUN Industri Penyangga Logistik

Di titik inilah bantuan pangan menemukan maknanya yang lebih luas. Ia bukan hanya tentang beras yang berpindah dari gudang ke rumah warga, tetapi tentang bagaimana sebuah sistem pemerintahan bekerja agar tidak ada keluarga yang kehilangan akses terhadap kebutuhan paling mendasar.

Solidaritas Gempa Flores

Di tengah agenda penyaluran bantuan pangan, perhatian juga diarahkan kepada masyarakat Pulau Flores yang sedang menghadapi dampak gempa bumi.

Baca Juga :  MERUBAH Pola Kerja di Era Baru BUKAN Karena ‘Like and Dislike’

Christian mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang mendoakan saudara-saudari di Flores yang terdampak bencana. Ajakan serupa disampaikan Yusuf Lery Rupidara yang menilai penderitaan masyarakat Flores merupakan keprihatinan bersama.

Bagi pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, solidaritas tersebut menjadi pengingat bahwa kehadiran negara tidak mengenal batas wilayah ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan.

Sebuah kota tidak hanya dinilai dari seberapa cepat pembangunan fisiknya bergerak. Ukuran yang lebih manusiawi adalah seberapa jauh kemajuan itu mampu membuat warganya merasa aman, terlindungi dan tidak ditinggalkan.

Baca Juga :  BANSOS Pangan PERKECIL Beban Pengeluaran KELUARGA Miskin

Dari sebuah meja makan, makna itu menemukan bentuknya yang paling sederhana. Bahwa ketika sebuah keluarga masih memiliki beras untuk dimasak, masih memiliki tenaga untuk bekerja, dan masih memiliki harapan untuk menyongsong hari esok.

Di situlah negara seharusnya hadir. Bukan sekadar terlihat, tetapi benar-benar terasa.  +++marthen/*

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Beras Bantuan Pangan Nasional. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Beras Bantuan Pangan Nasional.