Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Polkam  

Ketika BERAS Sampai di Meja MAKAN, Negara Hadir di Tengah KELUARGA

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Tampak Wali Kota Kupang, Christian Widodo dan Lerry Rupidara Serahkan beras Bantuan Pangan Nasional kepada warga penerima manfaat. Doc. CNC/prokopim setdakotakpg

Citra News.Com, KUPANG – BAGI sebagian orang, beras mungkin sekadar bahan pangan yang tersedia di dapur. Namun bagi keluarga yang setiap hari harus menghitung pengeluaran dengan cermat, beberapa kilogram beras jauh lebih berarti. Ada beras akan beri rasa aman, ketenangan, dan kepastian bahwa keluarga masih bisa makan esok hari.

Di hadapan pemerintah dan warga penerima manfaat, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa ukuran kehadiran negara tidak semata-mata terlihat dari jalan, gedung, jembatan maupun berbagai proyek pembangunan fisik. Kehadiran pemerintah harus dirasakan sampai pada kebutuhan paling mendasar masyarakat yakni pangan.

Baca Juga :  Ngaku PASRAH Tapi PENJABAT Ini Terus BERUPAYA Hingga Gelar PASAR MURAH

“Sebagian orang mungkin merasa beras ini hanya bahan pangan. Tetapi bagi sebagian keluarga yang sangat membutuhkan, beras ini adalah ketenangan,” demikian Christian saat melaunching Penyaluran Bantuan Pangan Alokasi Juli–September 2026 di Kantor Camat Kelapa Lima, Selasa (18/8/2026).

Ketenangan itu, kata Christian, dirasakan seorang ibu ketika mengetahui bahan makanan untuk keluarganya masih tersedia. Seorang ayah pun dapat sedikit bernapas lega karena kebutuhan makan keluarga terbantu. Sementara bagi anak-anak, kecukupan pangan menjadi bagian penting dari proses tumbuh dan berkembang untuk menatap masa depan.

Baca Juga :  Kasus SUAP Meikarta Elektabilitas JOKOWI-Ma’ruf ANJLOK

Sang Wali Kota Kupang ini memandang, bantuan pangan bukan sekadar aktivitas memindahkan beras dari gudang menuju rumah warga. Di balik setiap karung beras terdapat pesan sosial yang jauh lebih besar. Bahwa negara tidak boleh membiarkan warganya berjalan sendirian menghadapi kesulitan hidup.

“Negara hadir bukan hanya melalui jalan, gedung dan jembatan, tetapi negara harus hadir sampai di meja makan rakyatnya,” tegasnya.

Persoalan pangan dalam konteks pembangunan Kota Kupang, menurut Christian pembangunan tidak boleh berhenti pada infrastruktur. Pembangunan fisik akan kehilangan makna apabila tidak berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Ingin KOTA Kupang MAJU? George : Ada DUA KATA Kunci

“Kota boleh memiliki jalan yang semakin baik, jembatan yang kokoh dan fasilitas publik yang terus bertambah. Namun seluruh kemajuan itu belum cukup apabila masih ada keluarga yang setiap hari harus bertanya-tanya tentang apa yang akan mereka makan pada hari berikutnya”, tegas Christian.

Dalam konteks itulah bantuan pangan menjadi salah satu bentuk perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

1.119 Ton Beras

Untuk alokasi Juli hingga September 2026, bantuan pangan di Kota Kupang menyasar 37.319 penerima manfaat. Setiap penerima memperoleh alokasi 30 kilogram beras, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 1.119 ton beras.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Beras Bantuan Pangan Nasional. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Beras Bantuan Pangan Nasional.