SULAMANDA, Sudah Lama Aku Menanti Anda

Foto :  Illustrasi Pengunjung berfotoria di Pantai Sulamanda Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang –Timor NTT. Doc. CNC/dari berbagai sumber

Pantai SULAMANDA menyodorkan pesona menggairahkan. Suguhan romantisme nan eksotis terbalut satu bila membenam diri di obyek wisata ini. Sepadan dengan nama Sulamanda- Sudah lama aku menanti anda- akan mampu menorehkan kembali pengalaman nostalgia kehidupan. So pasti nostalgia yang melabuhkan rindu dendam.

Citra News.Com, KUPANG – SULAMANDA, nama sebuah obyek wisata pantai, yang terletak di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang Provnsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Nama ini diabadikan oleh Benyamin Kanuk, S.Pd, Kepala Desa Mata Air.

Sang Kepala Desa ini sengaja melejitkan nama Sulamanda untuk mengangkat potensi pariwisata yang ada dan dimiliki Desa Mata Air.

“Saya berikan suatu nama unik Sulamanda artinya Sudah Lama Aku Menanti Anda. Pantai ini sudah cukup lama dirintis oleh pendahulu saya, bapak Yakobus Klau yang sekarang menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Kupang. Tapi kala itu obyek ini belum bernama pantai Sulamanda, ”ungkap Benyamin seperti dikutip Report NTT, Senin 20 Mei 2019

Sepadan dengan namanya liukan ombak nan gemulai seolah melabuhkan rindu dendam. Garis pantai yang terdandani pasir berwarna kemuning menghadirkan penantian akan sebuah kisah romantistik. Kisah kasih yang pernah ada menjadi tiada karena dipisah oleh ruang, jarak, dan waktu? Maka disana di Pantai Sulamanda adalah jawabannya.

Eksotisme nan indah dari Pantai Sulamanda bertaburan sejuta pesona menjadikan referensi alternative akhir pekan bagi warga ibukota. Ketika menapakan kaki disana pengunjung langsung dimanjakan oleh hembusan angin sepoi-sepoi basah. Juga desiran ombak pantai menyibak membahana bagaikan lentingan sasando.

Bila mengidap lapar dahaga di ‘istana’ Sulamanda tak dirisaukan. Suguhan aneka jajanan dari pedagang kaki lima siap menyapa anda. Makanan berbasis kelor ada juga. Tak hanya cukup sampai disitu saja. Di Pantai Sulamanda ini pengunjung juga dapat melihat dari dekat aneka hasil rajutan tangan warga Desa Mata Air yang beragam. Baik tenun ikat, dan sejumlah souvenir indah lainnya.

Benyamin menuturkan pengembangan Pantai Sulamanda telah dilakukan sejak tahun 2017. Setelah dirinya dilantik jadi Kepala Desa Mata Air definitive, pengembangan pariwisata adalah salah satu program unggulan periode 2016-2022. ”Pengembangan pantai Sulamanda ini juga merupakan bagian dari salah satu program visi misinya yaitu pengembangan ekonomi dan pariwisata di Desa Mata Air.

Ditalangi APBD II dan Dana Desa

Saat dirinya dilantik menjadi Kepala Desa Mata Air, sejak itu pula dia membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Salah satu item program dalam Bumdes tersebut adalah Pariwisata. Untuk pengembangannya maka atas musyawarah dan mufakat, kita menggunakan dana desa. Dia membeberkan, tahun 2017 dengan penyertaan modal sebesar Rp 100 juta. Kemudian tahun 2018 saya tambahkan lagi Rpl 100 juta.  Sejumlah dana desa yang ada selain pengembangan pariwisata juga sector pertanian.

Kemudian memasuki tahun 2018, ada perhatian dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang dimana obyek wisata Pantai Sulamanda mendapatkan bantuan dana APBD II mwmbangun 2 unit lopo dan 1 tempat untuk Weeding Party.

Kepala Desa Mata Air, Benyamin Kanuk, S.Pd, 

“Dipastikan ekonomi kreatif bertumbuh karena saat ini di pantai Sulamanda sudah banyak di manfaatkan oleh masyarakat Desa Mata Air untuk berjualan di sekitar lokasi pantai. Selain itu jumlah pengunjung di Pantai Sulamanda juga terus mengalami kenaikan yang signifikan per hari rata-rata 50 orang. Apalagi di saat hari libur serta hari Sabtudan Minggu jumlah pengunjung pantai Sulamanda dapat mencapai hingga diatas 200 sampai dengan 300 orang”,ucap Benyamin.

Sembari menambahkan sarana prasarana (Sarpras) serta fasilitas-fasilitas yang ada di pantai Sulamanda, diantaranya tembok batas penahan ombak sepanjang 400 meter, dua lapak yang di bangun oleh Bumdes, ketersediaan tong sampah yang dibuat oleh Pemerintah Desa Mata Air untuk menjaga kebersihan di lokasi pantai.

Ada juga papan nama pantai Sulamanda yang kerap kali digunakan oleh pengunjung sebagai spot foto. Serta empat fasilitas MCK yang sementara untuk saat ini dua MCK nya masih dalam proses perbaikan dan kedepannya bisa digunakan lagi.

Bagu pengunjung dikenakan tarif masuk. Dan pengenaan retribusi. Dimana untuk roda dua yakni Rp. 2.000, roda empat Rp. 5.000 dan biaya kebersihan penggunaan MCK Rp. 2000. Surat Keputusan Kepala Desa ini dibuat atas Rapat Bersama BPD dan Bumdes serta kepala-kepala Dusun yang ada di Desa Mata Air.

“Semua ini bertujuan untuk peningkatan Pendapatan Asli Desa (PA-DES) Desa Mata Air. Saya juga berharap lewat langkah ini dapat merubah wajah obyek wisata pantai Sulamanda agar tidak kalah saing dengan tempat wisata di daerah-daerah lain”, terang Benyamin.

Benyamin mengharapkan kepada masyarakat Kabupaten Kupang dan sekitarnya dapat menjadikan obyek wisata pantai Sulamanda sebagai salah satu pilihan yang digemari untuk berwisata, karena selain dapat merasakan udara segar di pantai Sulamanda pengunjung juga dapat membeli hasil kerajian souvenir.

“Pengunjung juga bisa membeli sajian kuliner khas Sulamanda seperti jagung bose, kerang laut dan udang segar agar pada akhirnya dapat membantu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Desa Mata Air,”tandasnya.

Sang Kades Benyamin, berkomitmen untuk selalu mempertahankan obyek wisata pantai Sulamanda sebagai sebuah aset yang dapat selalu dijaga masyarakat kedepannya. Pantai Sulamanda bermanfaat ganda yang dapat mendatangkan hasil yang baik bagi masyarakat Desa Mata Air. +++  marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *