Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Dari BIMTEK Ekonomi Kreatif KAUM MUDA TTS Menemukan RUANG Untuk BERTUMBUH

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Tampak Doris Alexander Rihi bersama kelompok Ekraf Women Enterpreneurship Kabupaten TTS. Doc. CNC/paul safroda

Yarni Nabuasa : Terima kasih bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johanis Asadoma.  Bahwa Visi dan Misi DASA CITA bukan sekadar janji dan kami kaum muda TTS merasakan manfaatnya.

Citra News.Com, SOE  – ADA  banyak keberhasilan program Pemerintah Provinsi NTT yang tidak selalu bisa diukur hanya dengan slogan, angka, grafik, atau deretan laporan. Ukurannya justru sederhana yakni ketika seorang anak muda merasa diberi kesempatan untuk belajar, mencoba, dan mulai percaya bahwa usaha kecilnya memiliki masa depan. Intinya, pembangunan yang paling mengguggah yaitu ketika masyarakat merasakan manfaatnya.

Baca Juga :  Rutinitas MENGURAS Energi, Giat BINA AKRAB Jadi OBAT Penawar Bagi Pegawai Parekraf NTT

Pesan itu datang dari Yarni Nabuasa, peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Ekonomi Kreatif di So’e ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Perempuan yang akrab disapa Yaya itu berdiri di hadapan peserta dan jajaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT dengan sebuah pesan sederhana: terima kasih.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur NTT. Kami merasakan manfaat dari program ini. Kami kaum muda diberikan kesempatan untuk belajar mengolah produk lokal dan mengembangkannya menjadi peluang usaha,” ujar Yaya.

Baca Juga :  Dari SAMPAH Plastik OVOP DISULAP Jadi RUPIAH, Gubernur MELKY dan Walikota CHRISTIAN Beli LIMA Set SOFA

Ucapan itu terdengar sederhana. Namun, bagi Yaya dan teman-temannya, kesempatan mengikuti pelatihan bukan sekadar menghadiri kegiatan pemerintah selama tiga hari. Tapi ada harapan yang sedang dibangun di sana.

Ada keinginan untuk melihat produk lokal tidak hanya sebagai sesuatu yang dikonsumsi sehari-hari, tetapi sebagai sesuatu yang dapat diolah, dikemas, dipasarkan, dan memiliki nilai ekonomi. Di titik itulah pembangunan menemukan wajah yang lebih dekat dengan masyarakat.

Bahwa pembangunan tidak selalu hadir dalam bentuk gedung besar atau proyek dengan nilai anggaran yang fantastis. Kadang ia hadir dalam bentuk pengetahuan baru yang membuat seseorang berani mencoba sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Baca Juga :  MANDIRI dan Mimpi KESEJHTERAAN Rakyat di Bumi SARAI (Catatan-1)

Bagi para pelaku UMKM, pengetahuan adalah modal. Ketrampilan adalah bekal. Sedangkan kesempatan adalah pintu.
Dan Bimtek (Bimbingan Teknis) Pengembangan Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT menjadi salah satu pintu itu.

Yaya berharap kesempatan seperti ini tidak berhenti setelah pelatihan berakhir. Ia ingin pemerintah terus hadir mendampingi pelaku UMKM dan kaum muda agar pengetahuan yang diperoleh benar-benar dapat diterjemahkan menjadi usaha yang tumbuh. Bahkan, ia menyampaikan sebuah harapan sederhana kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

Sumber: Paul Safroda Dinas Parekraf Provinsi NTT
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Bimtek Ekraf Dinas Parekraf Prov.NTT. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Bimtek Ekraf Dinas Parekraf Prov.NTT.