Tampak David Imanuel.Boimau (ke-4 dari kiri) pose bersama badan pengurus Hoki Provisi NTT dan Panitia. Doc. marthen radja/cnc
Citra News.Com, KUPANG – KETUA Umum (Ketum) Federasi Olahraga Hoki Provinsi Nusa Tenggara Timur, David Imanuel Boimau, bersama jajaran pengurus berikhtiar memperjuangkan permainan hoki salah satu cabang olahraga (Cabor) peserta PON 2028.
“Meski keberadaannya baru pertama kali di NTT tapi kami berikhtiar menjadikan Cabor Hoki menjadi salah satu permainan yang akan turun berlaga di PON 2028. Sebagai tuan rumah tentu saja kita tidak mau cuma jadi penonton. Kita dari NTT harus juga mengambil bagian dalam Cabor yang dipertarungkan di PON 2028”, tegas David.
Anggota DPRD NTT dari Partai Hanura ini dalam rapat terbatas bersama pengurus Hoki NTT, pada Senin (7/9/2026) di Kupang, telah menyetujui beberapa butir kesepakatan. Diantaranya, Pengukuhan badan pengurus Hoki NTT dan pelatihan pelatih hoki (training of trainer) pada Oktober mendatang.
“Mengamini permintaan Gubernur NTT, bapak Emanuel Melkiades Laka Lena saat launching permainan hoki di SMAN 7 Kupang bahwa Cabor Hoki perlu dipersiapkan secara baik. Ini dimaksudkan agar Provinsi NTT juga jadi peserta untuk berlaga di PON 2028”, ungkap Wemfrid M. Boimau.
Sementara Sekretaris Umum Federasi Hoki NTT Hironinus Pati menambahkan, permintaan Gubernur NTT saat launching tersebut ibarat gayung bersambut. Pihak pengurus melakukan rapat secara maraton untuk mempersiapkan timeline. Utamanya agenda pengukuhan badan pengurus Federasi Hoki NTT.

“Dengan dikukuhkannya badan pengurus maka menjadi pintu masuk pergerakan organisasi ini ke depannya. Tapi yang pasti untuk jangka pendek mempersiapkan pelatihan para pelatih (training of trainer). Dengan menghasilkan para pelatih yang mumpuni diharapkan mampu mencetak para pemain hoki andalan NTT untuk bertanding di PON 2028”, jelas Hironimus.
Untuk teknisnya, tambah dia, maka terbentuk panitia kecil untuk bisa merancang acara pengukuhan badan pengurus. Apakah giat TOT dalam satu rangkaian agenda mengingat anggaran terbatas namun harus menghadirkan pengurus pusat hoki Indonesia.
Ketua Panitia, Essau Kause menjelaskan pihaknya telah menyusun draft acara dan penganggarannya. Dari sisi pelaksanaan acara pengukuhan direncanakan pada Oktober mendatang.
“Soal tanggal pelaksanaannya nanti kita pertimbangkan bersama Ketum dan badan pengurus. Untuk tamu undangan dan peserta yang hadir saat pengukuhan selain dari pengurus pusat juga utusan dari kabupaten/kota se-NTT. Oleh karena terbentur anggaran maka maunya panitia saat pengukuhan itu sekaligus juga dilakukan pelatihan pelatih hoki”, jelas Essau.













