Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

KOTA Kupang di PERSIMPANGAN Lintas Batas, KADIN BATAM Ajak Kerjasama Menjemput PELUANG EKONOMI

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Posisi geografis tersebut kemudian diperkuat melalui pembangunan kawasan industri, pelabuhan, infrastruktur jalan, serta kebijakan perdagangan dan investasi.

Romanazir menyebut Batam memiliki sekitar 136 galangan kapal dan 33 kawasan industri besar. Infrastruktur menjadi salah satu fondasi penting yang menopang aktivitas ekonomi tersebut.

Karena itu, menurutnya, pengalaman Batam dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Kota Kupang dalam mengembangkan ekonomi berbasis kawasan dan konektivitas lintas negara.

Baca Juga :  Langkah Politik BOBY Pakh di Mata Ibrahim MEDAH

Ia juga menyebut pertumbuhan ekonomi Batam berada di atas 7 persen dan dalam paparannya mencapai sekitar 8 persen per tahun. Angka tersebut menggambarkan bagaimana konektivitas geografis dapat menjadi modal ekonomi ketika disertai kebijakan dan infrastruktur yang mendukung aktivitas industri serta perdagangan.

Namun, pengalaman Batam menunjukkan bahwa posisi geografis saja tidak cukup. Infrastruktur menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi. Romanazir mencontohkan jaringan jalan Batam yang dirancang untuk menopang mobilitas kendaraan dan kegiatan industri, termasuk akses menuju kawasan pelabuhan.

Baca Juga :  SELESAI Urus AIR Sekda JEFRY Pelt Urus PASAR, Pertegas Visi Misi CHRISTIAN - SERENA

Di sektor konektivitas internasional, Batam juga memiliki sejumlah pelabuhan internasional serta fasilitas bandar udara dengan landasan pacu yang panjang. Infrastruktur tersebut membuat pergerakan orang dan barang menjadi bagian dari sistem ekonomi kawasan.

Pola inilah yang dinilai relevan untuk menjadi bahan diskusi bagi pengembangan Kota Kupang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus dan FTZ. Dalam konteks kebijakan, Batam juga memiliki pengalaman dengan kawasan ekonomi khusus dan Free Trade Zone (FTZ).

Baca Juga :  TOLAK Oknum GURU SMKN 5 Kupang Bikin Aksi Demo BERULANG

Konsep perdagangan bebas tersebut memberikan fasilitas tertentu terhadap arus barang dari luar negeri sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi Kupang, gagasan serupa kemudian muncul sebagai pertanyaan strategis. Bagaimana posisi geografis yang dekat dengan negara tetangga dapat diterjemahkan menjadi aktivitas perdagangan dan industri yang nyata?

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Free Trade Zone NTT. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Free Trade Zone NTT.