Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Sosbud  

KEBERAGAMAN Etnis dan BUDAYA Jadi KEKUATAN Pemerintah Membangun KOTA Kupang RUMAH BERSAMA

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

AMRASIUS Yollah, S.Sos beri sambutan pada pembukaan Festival Budaya Kelurahan Manuai 2 Kota Kupang, Kamis (1/10/2026). Doc. marthen radja/CNC

Amsi : Perbedaan budaya dapat menjadi modal sosial untuk memperkuat persatuan dan menjadi energi pembangunan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Indonesia.

Citra News.Com, KUPANG – CAMAT Alak, Amrasius Yollah, S Sos. mengatakan pembangunan sebuah kota tidak hanya tampak atau diukur dari fisik seperti gedung, jalan atau infrastruktur yang tertata, pelayanan publik yang semakin mudah, atau berbagai penghargaan yang berhasil diraih pemerintah.

Baca Juga :  TKI ILEGAL Asal NTT 90 Persen Meninggal di Luar Negeri

Akan tetapi di balik pembangunan fisik itu di Kota Kupang, ada pekerjaan yang tidak kalah penting yakni menjaga agar masyarakat tetap memiliki akar budaya, karakter, solidaritas, dan rasa persaudaraan.

Hal ini disampaikan Camat Amsi – demikian ia disapa, saat membuka Festival Budaya Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang yang berlangsung selama tiga hari, tanggal 1-3 Oktober 2026. Acara tersebut mulai digelar di halaman Kantor Lurah Manulai 2, Kamis (1/10).

Baca Juga :  BENCANA Angin ‘Mendera’ EMPATI Wagub JOSEF

“Festival Budaya bertema, “Lestarikan Budaya, Tingkatkan Wawasan, dan Raih Prestasi” ini menjadi ruang perjumpaan warga sekaligus cermin bagaimana keberagaman dapat dirawat sebagai kekuatan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di Kota Kupang sebagai Rumah Bersama.

Mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, Camat Amsi dalam sambutaannya menjelaskan bahwa kegiatan Festival Budaya Manulai 2 mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Kupang.

Baca Juga :  Geografis NTT Hambat Mobilisasi Peralatan UNBK

Dari sisi pemerintahan kebudayaan dipandang memiliki peran penting dalam membangun kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat yang hidup dalam keberagaman etnis, agama, dan latar belakang.

Camat Amsi berharap, pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Generasi muda perlu diberi kesempatan untuk mengenal budaya secara langsung, bukan hanya melalui media sosial. Mereka perlu melihat, mendengar penuturan para pelaku budaya, sekaligus merasakan bagaimana sebuah tradisi tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Festival Budaya Kelurahan Manulai 2. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Festival Budaya Kelurahan Manulai 2.