Menurut dia, anak-anak muda yang telah berani tampil, berjuang, menyampaikan gagasan, dan melewati seluruh tahapan kompetisi juga pantas memperoleh penghargaan. “Mereka yang berani tampil, berjuang, menyampaikan gagasan dan menyelesaikan seluruh proses juga layak mendapatkan penghargaan,” ujarnya.
Bagi Fraksi Demokrat DPRD NTT, keberanian anak muda untuk berbicara di hadapan publik merupakan modal penting dalam membangun kualitas generasi penerus.
Melalui lomba pidato, para pelajar tidak hanya mengasah kemampuan berbicara, tetapi juga belajar membaca persoalan bangsa, menyusun argumentasi, dan menawarkan pemikiran bagi masa depan.
Prestasi Previ Taek sekaligus memperlihatkan bahwa NTT memiliki generasi muda dengan potensi untuk bersaing di tingkat nasional. Tantangannya adalah bagaimana sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah terus membuka ruang agar potensi tersebut berkembang melalui pendidikan, pembinaan, dan kesempatan berkompetisi.
Sebagai bentuk penghargaan, Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT menyerahkan piagam kepada seluruh finalis, disertai apresiasi sebagai ungkapan terima kasih atas partisipasi mereka.
Penghargaan itu tidak hanya ditujukan kepada mereka yang berhasil meraih posisi terbaik, tetapi juga kepada setiap peserta yang telah menunjukkan keberanian dan kesungguhan selama mengikuti perlombaan.
Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Fraksi Demokrat yang juga Anggota Komisi IV DPRD NTT, Reni Marlina Un, bersama Simon Guido Seran dan Odylia Selati Kabba. Para wakil takyat NTT ini menyatakan kebanggaan atas capaian Previ yang berhasil membawa nama NTT hingga menempati posisi ketiga dalam kompetisi tingkat nasional.
Mereka menilai kerja keras para peserta bersama guru pembimbing menjadi bukti bahwa anak muda NTT memiliki kemampuan dan potensi untuk diandalkan. Dukungan terhadap pengembangan generasi muda pun perlu diwujudkan melalui kesempatan yang nyata, bukan sekadar pujian setelah prestasi diraih.











