Ia mengajak pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai elemen kemanusiaan untuk terus bergandengan tangan mendukung penanganan dampak bencana dan pemulihan warga. “Ukuran persaudaraan bukanlah seberapa dekat kita tinggal, melainkan seberapa cepat kita hadir ketika saudara kita membutuhkan pertolongan,” tegasnya.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang serta seluruh ASN yang telah berpartisipasi dalam pengumpulan bantuan solidaritas.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak bencana. Ia memastikan bantuan yang diterima akan segera didistribusikan kepada warga terdampak agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur hingga 6 Oktober 2026, gempa bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 berdampak pada 299 rumah dan sejumlah fasilitas umum serta menyebabkan satu orang mengalami luka-luka.
Di tengah dampak tersebut, bantuan dari Kota Kupang menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama, bukan hanya dari pemerintah daerah yang terdampak, tetapi juga dari sesama warga NTT.
Dari Kota Kupang ke Sumba, bantuan senilai Rp50 juta itu membawa pesan yang lebih besar daripada nilai materialnya. Ada kepedulian ASN, ada tanggung jawab pemerintah, dan ada persaudaraan yang tetap terjaga di tengah bencana.
Sebab, ketika gempa mengguncang satu daerah, rasa kemanusiaan mengajak seluruh warga Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk berdiri bersama, menguatkan yang terluka, dan membantu sesama agar bangkit kembali membangun kehidupan. +++ marthen/*













