Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

PERANG Melawan TBC dan KANKER Perempuan, PEMKOT Kupang Gandeng KOWANI

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Keterbatasan ekonomi, lanjut Nanny, tidak seharusnya membuat anak perempuan kehilangan kesempatan mengikuti kegiatan belajar karena tidak terpenuhinya kebutuhan kesehatan dasar.

Program semacam ini menunjukkan bahwa kebijakan kesehatan dapat bersinggungan langsung dengan agenda pendidikan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan perempuan. Karena itu, keberlanjutan program serta ketepatan sasaran menjadi bagian penting yang perlu terus diperhatikan pemerintah.

Meski demikian, tantangan sesungguhnya terletak pada konsistensi pelaksanaan. Target skrining TBC, keberlanjutan pengobatan pasien, perluasan edukasi kesehatan, serta akses terhadap pemeriksaan dan pencegahan kanker perempuan membutuhkan koordinasi yang terukur. Kolaborasi pemerintah dan organisasi masyarakat perlu diterjemahkan menjadi layanan yang mudah dijangkau, informasi yang dipahami warga, dan pendampingan yang benar-benar dirasakan penerima manfaat.

Baca Juga :  TERIMA GDPK Christian Widodo Tekankan KEBIJAKAN Berbasis DATA Fondasi MASA DEPAN Kota KUPANG

Nanny berharap Kota Kupang semakin memperkuat gerakan pemberantasan TBC melalui kerja bersama pemerintah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Ia juga membuka peluang kerja sama lanjutan agar praktik baik dalam program kesehatan perempuan di Kota Kupang dapat dikembangkan dan menginspirasi daerah lain.

Baca Juga :  DUO WIDODO Bangun Komitmen TANGGULANGI Masalah SAMPAH

Menurutnya, perilaku hidup bersih, kepatuhan menjalani pengobatan, serta sikap tidak mengucilkan pasien merupakan bagian penting dari keberhasilan penanganan penyakit.

Bagi masyarakat keberhasilan kebijakan kesehatan tidak hanya terlihat dari angka skrining atau banyaknya program yang diluncurkan, tetapi dari sejauh mana masyarakat memperoleh akses pelayanan, pasien mendapat dukungan hingga sembuh, dan perempuan terlindungi dari risiko penyakit yang dapat dicegah.

Baca Juga :  Hasil MUSRENBANG Tidak Sebatas WACANA, Ignas : CAMAT Harus AKTIF Berkomunikasi dengan Pemerintah dan ADPRD

Kolaborasi Pemkot Kupang dan KOWANI menjadi langkah untuk memperkuat tujuan tersebut. Sebab, di balik setiap angka kasus, ada manusia dan keluarga yang membutuhkan perhatian. Pemerintahan yang hadir bukan hanya mengobati penyakit, tetapi juga memastikan tidak ada warga yang harus berjuang sendirian untuk mendapatkan hak atas kesehatan. +++ marthen/*

 

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Kanker dan Tuberculosis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Kanker dan Tuberculosis.