Didampingi Andre Otta dan Ignas Lega, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo memberikan cinderamata untuk Haruki Agustina, Cs di Kupang, Rabu (8/4/2026) Doc. CNC/prokopim setdakotakpg
Christian Widodo : Saat ini Kota Kupang memproduksi sekitar 267 ton sampah setiap hari.
Citra News.Com, KUPANG – DARI ruang audiensi Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dengan Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Haruki Agustina, bersama Kepala Bidang Wilayah 3 Pusdal Lingkungan Hidup Bali Nusra, Ade Soeharso, dan jajaran lingkungan hidup wilayah Bali Nusra, melahirkan harapan baru. Yaitu menjadikan Kupang Kota role model (percontohan) Pengelolaan Sampah di NTT.
Suasana dialogis nan akrab itu dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH, Kadis DPMTSP Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM, juga Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Kupang, Achmad Likur.
Langkah kecil (pertemuan, red) menuju perubahan besar itu dimulai dari sebuah ruang kerja di Balai Kota Kota Kupang, pada Rabu (8/4/2026). Di ruangan itu, optimisme tentang masa depan Kota Kupang yang lebih bersih dan tertata.
Dan pertemuan itu bukan sekadar agenda seremonial. Di balik percakapan hangat, tersimpan harapan besar bahwa ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dapat menjadi wajah baru pengelolaan sampah di kawasan timur Indonesia.
Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Haruki Agustina, tidak menyembunyikan kekagumannya atas langkah progresif yang telah dilakukan Pemerintah Kota Kupang dibawah kepemimpinan Christian Widodo dan Serena Corsgrova Francis.
Haruki Agustina melihat kesungguhan yang jarang ditemukan di banyak daerah. Baginya, komitmen seperti inilah yang dibutuhkan untuk melahirkan perubahan nyata.
Menurut Haruki, sebagai ibu kota provinsi, Kota Kupang memiliki posisi strategis untuk menjadi contoh. Jika satu kota berhasil menata persoalan sampah dengan baik, maka kota-kota lain di NTT akan memiliki referensi nyata yang bisa diikuti.












