Ia berharap para lurah meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat sarana dan prasarana, serta membangun kebiasaan hidup bersih di setiap lingkungan.
Ketua Satgas Komunitas Beta Bersih, Paulus Irsan Dardana, menjelaskan penilaian lomba kebersihan tidak hanya memperhatikan kondisi lingkungan secara umum, tetapi juga kebersihan lahan kosong, tempat pembuangan sementara (TPS), dan kantor kelurahan.
Ketertiban warga dalam membuang sampah sesuai tempat dan waktu yang ditentukan turut menjadi perhatian karena sampah yang berserakan di sekitar TPS dapat menghambat pekerjaan petugas kebersihan.
Paulus juga mendorong agar keberadaan bank sampah dimasukkan sebagai bagian dari indikator penilaian kebersihan. Menurutnya, pemilahan sampah bukan hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Ia mengajak para lurah memanfaatkan pertemuan warga dan kegiatan kemasyarakatan untuk memperkuat edukasi tentang kebersihan serta kedisiplinan membuang sampah.
Keberhasilan pengelolaan sampah di Kota Kupang akan ditentukan oleh kemampuan pemerintah menerjemahkan perencanaan menjadi pelayanan yang berjalan konsisten, didukung pengawasan yang terukur dan partisipasi masyarakat.
Bank sampah yang aktif, infrastruktur yang siap dioperasikan, serta kebiasaan memilah sampah dari rumah merupakan bagian dari satu sistem yang saling berkaitan.

Kota yang bersih tidak dibangun hanya melalui slogan atau perlombaan, tetapi melalui tanggung jawab bersama yang dilakukan setiap hari. +++ marthen/cnc













