Julie Laiskodat yang juga ADPR RI Dapil NTT 1 ini menegaskan, persiapan menuju World Taikai Nagoya 2027 dan PON XXII 2028 membutuhkan perencanaan matang, pelaksanaan terukur, serta pengawalan berkelanjutan. Menurutnya, target prestasi tidak dapat dicapai hanya melalui semangat bertanding, tetapi harus didukung kualitas pelatihan dan kesiapan atlet.
Ia mengakui persaingan antardaerah pada PON 2028 akan berlangsung ketat. Terlebih, NTT menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga nasional tersebut sehingga memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan atlet secara maksimal.
“Target besar di PON 2028 dan persaingan antarprovinsi juga begitu ketat, maka langkah berani ini harus saya ambil. Saya tahu risiko juga besar, terutama biaya. Namun, harga diri, martabat NTT dan nama NTT jauh lebih mahal dari semua yang kita akan buat. Karena itu saya putuskan harus dilaksanakan,” kata Julie.
Anggota DPR RI Fraksi NasDem dari Daerah Pemilihan NTT I yang meliputi Flores, Alor, dan Lembata, Julie Laiskodat menilai NTT memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola secara serius melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
Bunda Julie – demikian ia akrab disapa – mengatakan, PERKEMI NTT memiliki ruang strategis dalam membangun karakter generasi muda melalui olahraga bela diri, mulai dari anak-anak, remaja hingga kalangan pemuda.
Pembinaan sejak dini diharapkan menjadi investasi sumber daya manusia bagi NTT dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.













