Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang, drg. Fransiska J.H. Ikasasi; Kepala Puskesmas Bakunase, dr. Sarce E. Nubatonis; penyuluh KB, kader PPKBD sub, tim pendamping keluarga, serta tenaga kesehatan setempat.
Bagi Pemerintah Kota Kupang, penguatan rantai pasok menjadi bagian dari tanggung jawab menghadirkan pelayanan publik yang berkelanjutan.
Sebab, keberhasilan program KB tidak cukup diukur dari jumlah fasilitas kesehatan, tetapi juga dari kepastian masyarakat memperoleh pelayanan ketika dibutuhkan.
Kolaborasi Pemkot Kupang bersama BKKBN, UNFPA, dan Pemerintah Australia diharapkan memperkuat sistem distribusi dan pengawasan persediaan.

“Yang paling penting bukan sekadar tersedianya sistem dan aplikasi, melainkan terjaminnya pelayanan KB yang aman, mudah diakses, dan tidak terputus akibat persoalan stok”, kata Hengky. +++ marthen/*













