TNI AD Sentuh Hati Rakyat di Tapal BATAS Negara

Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL YONIF RK 744/SYB melebur ke tengah masyarakat bergotong royong membangun gedung gereja di Kabupaten Belu Provinsi NTT-Indonesia. Doc. citra-news.com/Letda Kadek D. Muliantara, SH

NKRI Harga Mati. Semboyan TNI ini terus digemakan dimanapun para prajurit TNI berada. Dan diikuti dengan aksi nyata di lapangan dalam spirit kemanunggalan TNI bersama rakyat. Lalu fakta apa  yang dilakukan TNI AD di tengah masyarakat? Berikut langkah taktis yang diagendakan Letkol Inf. ALFAT Denny Andrian….

Citra-News.Com, ATAMBUA – KOMANDAN Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Dansatgas Pamtas) antara Negara Republik Indonesia dengan Negara Republik Demokratic Timor Leste di wilayah Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Letkol Inf. ALFAT Denny Andrian memiliki segudang agenda nyata. Hampir semua sektor tersentuh oleh kemanunggalan TNI bersama rakyat yang bermukim di tapal batas antar negara.

Hal tersebut disampaikan Pakum Satgas Pamtas RI-RDTL YONIF RK 744/SYB, Letda KADEK Dwi Muliantara, SH dalam siaran persnya dia menulis, TNI dalam kesehariannya bertugas ke desa-desa pedalaman. Membantu warga masyarakat dalam giat di semua lini pembangunan apapun untuk kemaslahatan rakyat. Kehadiran Tentara Nasional Indonesia khsusnya Angkatan darat (TNI AD) di tapal batas menjawab semua kebutuhan masyarakat. Baik di sektor pendidikan, pertanian, kesehatan, keagamaan, hukum , politik dan kemanana, dan sektor-sektor lainnya.

Di sektor pendidikan tentara di YONIF Raider Khusus (RK) 744/SYB berlaku sebagai pendidik dan pengajar bagi anak-anak usia sekolah dasar. Sementara di sektor pertanian mereka berbaur dengan rakyat membuka lahan pertanian dan perkebunan. Di sektor keagamaan TNI AD di YONIF RK 744/SYB, merenovasi (renovasi ringan) yakni pengecatan gedung gereja dan masjid. Seperti halnya dilakukan di Gereja Kristen Kalvari di kampung Wedomu Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu, NTT Indonesia pada Sabtu 25 November 2020.

Untuk kegiatan pengecatan gedung gereja Kalvari melibatkan 12 prajurit TNI AD, tulis Letda Kadek. Para prajurit berpartisipasi membantu memperindah gedung gereja Wedomu untuk menyambut hari Natal. “Ini merupakan wujud kepedulian Satgas sekaligus upaya meningkjatkan tolerasi antar umat beragama. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat mempererat tali silahturahmi dan juga mendorong semangat gotong royong,”ungkap Dansatgas Letkol DENNY.

Sementara Pendeta Gereja Kalvari Wedomu, Pdt. Para Mengi Ully, M.Th mengapreasiasi dan mengucapkan terima kasih untuk anggota Satgas Pamtas.  “Terima kasih untuk segala bantuannya semoga kerjasama ini akan terus terjalin. Dan ini bukti bahwa TNI selalu bersama-sama dengan rakyat khsusunya dalam bahu-membahu dan gotong royong,”beber Pendeta Ully.

Ariffudin : Rakyat Adalah IBU Kandung bagi TNI

Kepedulian anggota Satgas Pamtas juga merambah ke umat basis di stasi Tahon di Dusun tahon Desa makir Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu, NTT Indonesia. Dansatgas Letkol DENNY mengagendakan pada Jumat 27 November 2020 para prajurit di Sektor Timur ini, giat membangun gedung gereja.

Dibawah pimpinan Wadanpos Delomil Serda ARIFUDIN, ia bersama 6 anggotanya melaksanakan karya bakti pembangunan Gereja Katholik Stasi Sahon di Desa Makir. “Kegiatan ini sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sekaligus dapat mempererat hubungan antara satgas pamtas dengan warga perbatasan. Satgas Pamtas akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untk masyarakat. Karena bagaimanapun prajurit TNI lahir dan besar untuk rakyat. Dan rakyat adalah ibu kandung bagi TNI,”ungkap Serda Ariffudin.

Suasana giat bangun gereja ala Satgas Pamtas RI-RDTL YONIF RK 744/SYB di Kabupaten Belu Provinsi NTT-Indonesia. Doc. citra-news.com/Letda Kadek D. Muliantara, SH

Hal senada juga disampaikan Danpos Delomil Letda Inf. IKHSAN. Menurutnya,  kegiatan tersebut merupakan kepeduylian TNI terhadap saranaberibadah masyarakat di perbatasan. Melalui kegiatan ini selain dapat menumbuhkan rasa saling membantu dan gotonhg royong juga dapat menumbuhkan semangat masyarakat untuk lebih Cinta Tanah Air Indonesia.

Terhadap karya nyata anggota Satgas Pamtas tersebut, pastor paroki Fulur, Romo Promus Seran, Pr menyampaikan rasa terima kasihnya kepada personil pos delomil yang sudah melibatkan diri dan bekerja tuntas dalam membangun iman umat.

Toleransi Tidak Sekadar Lip Service

“Saya mewakili umat Katholik Stasi Tahon sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepada anggota Satgas pamtas RI-RDTL YONIF RK 744/SYB. Khususnya kepala pos Delomil yang sudah  berperan aktif membantu masyarakat membangun gereja.  Ini mengedukasi masyarakat agar saling membantu walaupun beda agama. Semangat toleransi hendaknya terus dipupuk dalam wadah NKRI.  Semoga bapak-bapak TNI dilindungi dan diberkati oleh Tuhan yang Maha esa dalam menjalankan tugas di wilayah perbatasan negara,”ujar Romo Primus.

Letda Kadek juga menulis bahwa melalui kegiatan keagamaan dapat menggambarkan wujud Bhineka Tunggal Ika. Dimana perbedaan bukanlah suatu halangan. Ia bahkan menjadi tali perekat dan menunjukkan senasib dan sepenanggungan. Toleransi tidak sekadar lip service atau ucapan belaka. Namun harus diikuti dengan tindakan nyata. Dan toleransi beragama bukan hanya di saat hari-hari besar saja. Akan tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan nyata dalam karya bhakti anggota Satgas Pamtas RI-RDTL. +++ marthen/citra-news.com

Sumber : Letda KADEK Dwi Muliantara, SH, Pakum Satgas Pamtas RI-RDTL YONIF RK 744/SYB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *