Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat Rakor GTRA di Kupang, Rabu (9/7). Doc. CNC/biro APim setdantt
Vivi Ganggas: Mari kita bekerja sama menuju tujuan bersama, Mewujudkan Reforma Agraria untuk….
Citra News.Com, KUPANG – GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) adalah wadah penguatan sinergi antar instansi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung percepatan redistribusi tanah dari Pelepasan Kawasan Hutan (PKH) dan Tanah Transmigrasi.
“Pelaksanaan Rakor GTRA ini sesuai visi, Ayo Bangun NTT : Menuju Reforma Agraria yang inklusif dan partisipati,” ungkap Gubernur Melky saat membuka Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun 2025, di Kupang, Rabu (9/7/2025).
Rakor yang berlangsung di Aula Kelimutu Kanwil BPN Provinsi NTT tersebut membahas banyak hal yang mengemuka terkait Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) yang kerap jadi potensi masalah di Provinsi NTT.
Gubernur Melky Laka Lena mengatakan, Visi kita adalah Reforma Agraria yang inklusif dan partisipatif. Inklusif artinya terbuka dan melibatkan semua pihak. Sedangkan partisipatif artinya masyarakat juga harus terlibat aktif dalam setiap tahapannya.
GTRA Provinsi NTT berperan penting dalam upaya Percepatan Reforma Agraria di NTT. Melalui kerja bersama GTRA dalam percepatan redistribusi tanah dari pelepasan kawasan hutan dan tanah transmigrasi sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi NTT. Serta kegiatan Penataan Aset dan Penataan Akses sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pemanfaatan tanah.












