Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

LENTERA di Gerbang CENDANA: Sketsa CHRISTIAN WIDODO dan Manifesto KEMANUSIAAN di KUPANG

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Opini *) Karmin Lasuliha
Pendiri Yayasan Bina Generasi Papua

Citra News.Com ​DI BERANDA Selatan Nusantara, di mana karang-karang Kupang menyerap panas matahari dengan tabah, lahir sebuah narasi baru tentang kekuasaan yang tidak lagi duduk di singgasana berjarak.

Adalah dr. Christian Widodo, seorang anak muda dengan kegesitan yang melampaui birokrasi, hadir bukan sebagai penguasa yang meminta upeti penghormatan, melainkan sebagai tabib bagi luka-luka sosial di kotanya.

Baca Juga :  JULIE Laiskodat PAMER Tenun NTT di Ajang IFW 2019

Ia adalah anomali di tengah keriuhan politik, seorang intelektual yang cerdas membaca data, namun tetap merunduk menyentuh tanah.

Di tangannya, jabatan Wali Kota bukan sekadar stempel dan protokoler, melainkan sebuah instrumen musik yang dimainkan untuk menghibur mereka yang selama ini terpinggirkan oleh deru pembangunan.

Baca Juga :  Membidik KURSI Pemilu 2024 di Turnamen SEPAK BOLA (Part-1)

​Christian Widodo adalah personifikasi dari napas pantang menyerah, sebuah mesin penggerak yang energinya seolah dipompa dari ketulusan untuk melihat Kupang bermartabat.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Walikota dan Wakil Walikita Kupang Periode 2025-2030. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Walikota dan Wakil Walikita Kupang Periode 2025-2030.