Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Letak Strategis FTZ NTT Memicu LOMPATAN EKONOMI, Bobby Liyanto: From NTT To The WORLD

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Illustrasi : BOBBY Liyanto – Ketua KADIN NTT dalam giat Focus Group Discussion di Wisma Alak Kota Kupang, Selasa (15/9/2026).  Doc. marthen radja/CNC

Citra News.Com, KUPANG – LETAK geografis Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali ditempatkan sebagai modal penting untuk membuka pintu ekonomi baru. NTT bukan sekadar daerah perbatasan. NTT dipandang memiliki peluang menjadi simpul perdagangan yang menghubungkan Indonesia, Timor Leste, dan Australia.

Ketua Kadin NTT, Bobby Liyanto mengatakan Focus Group Discussion sebagai momentum penting bagi dunia usaha. Dalam pembahasan FTZ – Free Trade Zone (zona perdagangan bebas) tidak semata berkaitan dengan pembentukan sebuah kawasan perdagangan bebas, tetapi menyangkut bagaimana NTT memanfaatkan posisi strategisnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :  TERLANTIK 65 ADPRD NTT Fraksi DEMOKRAT Kembali ADA

Demikian Bobby Liyanto dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Free Trade Zone (FTZ) yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTT di Wisma Alak Kota Kupang, Selasa, (15/9/2026).

Baca Juga :  RAKOR Kepala Daerah SELARASKAN Program PEMPUS dan DAERAH

Menurut Boby, persoalan utamanya adalah bagaimana posisi NTT sebagai pintu gerbang selatan Indonesia dapat diterjemahkan menjadi peluang nyata. NTT berbatasan langsung dengan Timor Leste dan relatif dekat dengan Darwin, Australia.

“Dari posisi geografis ini, Kadin melihat peluang membangun sebuah Triangle (segitiga) pertumbuhan ekonomi yang menghubungkan Kupang, Dili dan Darwin”, kata Bobby.

Dalam perspektif yang lebih luas, tambah dia, hubungan tersebut dapat menjadi jembatan ekonomi antara Indonesia, Timor Leste dan Australia. Namun, gagasan besar tersebut membutuhkan pengalaman dan perhitungan yang matang.

Baca Juga :  Dukung KONAS FK-PKB Bank NTT Bantu Dana 200 Juta dan Expo UMKM

Karena itu, Kadin NTT menghadirkan pelaku dan pemangku kepentingan dari Kepulauan Riau, Batam, termasuk BP Batam, untuk berbagi pengalaman mengenai pengembangan kawasan perdagangan dan industri.

Pengalaman Batam menjadi salah satu bahan pembelajaran. Bukan untuk disalin begitu saja, tetapi untuk dipelajari tantangan, hambatan, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum konsep serupa dikembangkan sesuai karakter NTT.

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Forum Group Discussion KADIN NTT. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Forum Group Discussion KADIN NTT.