Bertindak Pidana Polres Sikka Ciduk SATURU

Laporan : Armando WS/cnc

Editor : marthen radja

Anggota Polres Sikka yang terdiri dari Piket Dalmas, Sat Reskrim, Sat Intelkam, Polsek Alok, dibawah pimpinan Wakapolres  Sikka Kompol Iwan Iswahyudi, berangkat dari Pelabuhan Nangahale ke Pulau Pariaman guna mengamankan dugaan pelaku dari amukan massa yang diduga melakukan Tindak Pidana Persetubuhan Anak Dibawah Umur. (sumber: Press release Polres Sikka)

 

Maumere, citranews-com – APARAT Kepolisian Resor Sikka (Polres Sikka) pada Senin 16 April 2018 pukul 00.00 Wita, dengan anggota Polres Sikka yang terdiri dari Piket Dalmas, Sat Reskrom, Sat Intelkam, Polsek Alok, dibawah pimpinan Wakapolres  Sikka Kompol Iwan Iswahyudi, berangkat dari Nagahale ke Pulau Pariaman guna mengamankan dugaan pelaku dari amukan massa yang diduga melakukan Tindak Pidana Persetubuhan Anak Dibawah Umur.

Demikian inti kutipan press release wartawan citra-news.com, dari Biro Maumere Armando WS, Selasa, 17 April 2018.

Berikut isi press release dari Kapolres Sikka; Pada Minngu 15 April 2018 sekitar pukul 21.00 Wita bertempat di RT/RW 09/03 Dusun A Desa Parumaan Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka, telah datang ke Polsubsektor Parumaan, seorang perempuan atas nama SAHARA Puan 42  thn, IRT, alamat Parumaan guna melaporkan, telah terjadi tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur.

Adapun identitas terduga pelaku, korban, dan kejadian tersebut sebagai berikut; Terduga pelaku SATURU (laki-laki), 58 tahun, nelayan, Islam, alamat RT/RW 09/03 Dusun A Desa Parumaan. Korban : sdri Y. Puas, 15 tahun, alamat: Ada.

Saksi-saksi : 1. H. Said (Imam Masjid Parmaan Timur), laki-laki, 63 tahun, nelayan, alamat Dusun A RT/RW 09/03 Desa parumaan Kecamatan Alok Kabupaten Sikka. 2. Arsad, laki-laki, 53 tahun, nelayan, alamat : ada. 3. SAHARA Puan 42 tahun, alamat : ada.

Kronologis singkat kejadian : Pada hari Senin tanggal 9 April 2018 sekitar jam 09.00 Wita, ibu kandung korban baru menteahui bahwa anaknya/ korban sudah dalam keadaan hamil. Kemudian ibu kandung membawa korban ke dukun beranak atas nama Emul (isteri terduga pelaku). Namun dukun tersebut memberitahukan ke ibu kandung korban bahwa korban bukan hamil melainkan sakit biasa.

Namun setelah pulang dari rumah dukun ibu pelaku menanyakan kepada korban, siapa melakukan hal ini. Korban menyebut terdduga Pelaku SATURU  yang melakukannya.

Pada Minggu 15 April 2018 isteeri pelaku ke rumah korban dan memberitahukan ke bapak Asrat (Saksi 2) bersama-sama ke rumah Imam (Saksi 1)  untukenikahkan suaminya/Terduga pelaku dengan Korban yang diduga hamil tersebut.

Pada Senin, 16 April 2018 sekitar pukul 00.00 Wita Anggota Polres Sikka yang terdiri dari Piket Dalmas, Sat Reskrom, Sat Intelkam, Polsek Alok, dibawah pimpinan Wakapolres  Sikka Kompol Iwan Iswahyudi, berangkat dari Nagahale ke Pulau Pariaman guna mengamankan dugaan pelaku dari amukan massa yang diduga melakukan Tindak Pidana Persetubuhan Anak Dibawah Umur.

Pada hari Senin tanggal 16 April 2018 pukul 03.00 Wita pelaku dengan istri dan anak-anaknya berhasil diamankan petuga kemudian ddibawa ke Polres Sikka untuk diproses lanjut oleh penyidik Sat Reskrim Polres Sikka.

Selanjutnya Polres Sikka kembali merelease perkembangan kasus tersebut. Kepada sejumlah wartawan Kapolres Sikka  menulis, kami sampaikan perkembangan kasus dugaan persetubuhan anak dibawah umur dengan Terduga SATURU.

Bahwa berdasarkan hasil lidik dinyatakan bahwa korban sudah bukan dikategorikan anak-anak. Karna suah berumur lebih dari 18 tahun. Sehingga pasal yang digunakan Penyidik untuk menjerat Terduga (Saturu) adalah Pasal 286.

Hingga berita ini diturunkan situasi di wilayah Desa Parumaan Kecamatan Alok Kabupaten Sikka masih Aman Terkendali. +++ mof/cnc

 

Gambar : Kapolres Sikka, AKBP Rickson PM Situmorang, SIK (doc. CNC/web)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *