HARDIKNAS Kesempatan Para Siswa Unjuk Kebolehan

Nilai pendidikan yang ditanamkan pada setiap individu anak bangsa. Selain ranah kognitif dan psikomotorik juga ranah afektif dimana terdapat di dalamnya nilai dan sikap serta ketrampilan. Dengan unjuk kebolehan siswa di ajang Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) melalui pementasan seni budaya yang mengedepankan antaretnis adalah bagian dari pendidikan karakter anak bangsa untuk menjadi warisan yang menggenerasi.

 

Laporan : Armando WS/cnc

Editor : marthen radja

 

Maumere, citranews.com – TIDAK berbeda dengan hingar bingar dan kemeriahan perayaan Hardiknas di tengah masyarakat ibukota. Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingkati tanggal 2 Mei setiap tahun, terasa juga oleh masyarakat desa.

Karena biasanya jelang Hardiknas anak-anak sekolahan terutama jenjang PAUD hingga SMA/SMK melaksanakan latihan lagu, music dan tari antar etnis dan budaya. Masyarakat sekitar sudah tentu terhibur dengan bunyi-bunyian serta tari dan lagu. Meskipun pada hari ‘H’ pementasannya dilakukan secara terpusat di ibukota.

Vitalis P. Sukalumba, Koordinator Panitia Parade Seni dan Budaya tingkat SMP/MTS se-Kabupaten Sikka mengatakan, pagelarahan seni dan budaya daerah adalah hasil kreasi para siswa.

“Spirit yang dibangun pada peringatan Hardiknas 2018  adalah memperkuat komitmen para pemangku kepentingan pendidikan terhadap pentingnya pendidikan dan kebudayaan.  Dalam rangka mempertahankan peradaban di era persaingan global,”jelas Viktor.

Peserta yang terlibat dalam pentas seni budaya antar etnis adalah sebanyak 18 SMP/MTS se-Kabupaten Sikka. Para peserta bergerak long march dengan menyuguhkan berbagai atraksi yang sanggup memantik masyarakat berjejer bak pagar betis di sepajang jalan sumbu yang dilalui peserta. Lagu dan music tradisional daerah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari event akbar itu.

Sementara dari Kupang, ibukota Provinsi NTT berbagai atraksi dipertontonkan. Dan kegiatannya bukan cuma sehari tapi tiga hari lamanya. Sejak tanggal 30 April sampai dengan hari puncak Rabu tanggal 2 Mei 2018.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT Johanna Lisapaly, SH  melalui Sekretaris Dinas Drs. Aloysius Min mengatakan,  Hardiknas kali ini di alun –alun I.H Doko Dinas Pendidikan  Provinsi NTT bertebaran tenda-tenda yang berisikan barang-barang kerajinan buah karya dari para siswa SMA/SMK.

“Sebetulnya di momentum Hardiknas ini  para siswa melakukan aksi-aksi yang menonjolkan kemampuan afektif. Jadi nilai kreativitas para siswa yang dikedepankan atau pendidikan karakter yang lebih ditonjolkan,” demikian Alo Min kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin 30 Mei 2018.

Menurutnya, pendidikan karakter ini penting bagi anak didik untuk lebih memahami kamampuan yang ada dalam dirinya. dari kemampuannya ini kemudian dituangkan melalui hasil karya berupa ketrampilan yang ada.  Karena kalau berbicara tentang pendidikan pengertiannya sangat luas. Namun ada tiga nilai (aspek) yang tgerkandung di dalamnya. Yakni nilai kognitif (pengetahuan), nilai afektif (perilaku dan sikap) serta nilai psikomotorik yakni ketampialn yang dimiliki.

Dari nilai yang dimiliki ini, tambah Alo Min, maka nilai ketrampilan sebagai penyeimbangnya. Anak didik tentunya jenuh dengan setiap hari diajar dengan bahan ajar yang mengasah aspek kognitifnya. Sehingga pendidikan ketrampilan dan seni budaya  sekiranya bisa memacu kreativitas dan inovasi anak didik. +++ tim CNC

 

Gambar : Drs. Aloysius Min, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur. (doc. marthen radja/CNC

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *