INGKAR JANJI Ketua Partai BERKARYA NTT Kecewakan Pengurus Partai

Lagi-lagi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Berkarya Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPW PB NTT), Jan Christofel Benyamin, membuat ulah. Kali ini ulah Benyamin tidak hanya menyakitkan hati pengurus partai di tingkat provinsi. Tapi lebih dari itu telah membohongi petinggi partai di tingkat DPP Partai BERKARYA dan pengurus DPD-DPD Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT, yang datang ke Kupang menghadiri acara Rapimwil II.

 

Kupang, citranews.com – TADI KITA setelah tiba disini (Kota Kupang) kita udah ketemu beliau (Jan Christofel Benyamin) di Sekretariat DPW Partai Berkarya NTT. Sebagai tamu iya kita harus menghormati tuan rumah. Setelah nunggu lama di sekretariat beliau datang dan kami ngobrol banyak hal terkait Rapimwil ini. Dan beliau janji malam ini sekitar jam 08.00 Wita kita bertemu lagi di Hotel sekaligus konsolidasi dengan para pengurus DPD Partai BERKARYA yang udah hadir. Tapi kita menunggu udah jam segini juga beliau nggak  datang-datang, iya kita buat aja kesepakatan bersama kalau Rapimwil ini tetap dilaksanakan. Namun dengan kepanitiaan yang sedang berjalan mulai hari ini, ungkap Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai BERKARYA, Drs. H. Thaib Armayin, M.Si, bernada kecewa.

Meski baru pertama kali menginjakkan kakinya di Bumi Flobamora, Kota Kupang, namun sebagai orang partai yang punya visi membesarkan Partai BERKARYA di seantero Indonesia, Waketum Armayin tidak patah arang. Nggak ada alasan lain kita jika ingin memajukan partai ini. Dengan adanya kesamaan visi ini pula maka pak Sekjen DPP Partai BERKARYA (Dr. Priyo Budi Santoso) berkehendak untuk datang  kesini (Kota Kupang)  menghadiri Rapimwil Partai BERKARYA NTT. Jadi harap bapak-bapak dari DPD juga bersabar sampai dengan besok tanggal 10 Mei 2018 kita laksanakan Rapimwil, tegasnya.

Pantauan citra-news.com  di M-Hotel Kupang, Selasa malam, 08 Mei 2018, suasana diskusi antar pengurus partai terasa ‘panas’ namun penuh keakraban. Pasalnya para pengurus partai sudah menunggu sejam lebih menunggu kehadiran namun sang Ketua Jan Christofel Benyamin atau akrab disapa Ony Benyamin, tidak jua menampakkan batang hidungnya. Hal tersebutlah membuat para ketua DPD Partai BERKARYA bernada tinggi dalam berargumentasi.

“Pak Waketum Ini kita mau tunggu sampai jam berapa. Kalau kita main tunggu seorang Ketua DPW Partai Berkarya NTT yang sudah jelas-jelas mengecewakan kita semua disini. Kalau model seperti begini terus bagaimana Partai Berkarya di NTT ini berkembang. Kami datang ke Kupang mau ikut Rapimwil. Menjadi pertanyaan apakah Rapimwil ini terlaksana tanpa seorang Ketua bisa dilakukan. Karena hemat saya kalau seandainya seorang ketua partai mati (meninggal, red) lalu partai juga ikut mati? Kan tidak. Karena masih ada pengurus lain yang bisa menjalankan partai ini,”tegas Andy Liwu, Ketua DPD Patai BERKARYA Kabupaten Flores Timur.

Senada dengan Andy juga Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Sumba Barat Daya, Rato Bata. Dikatakannya, kedatangan para Ketua DPD dan pengurusnya adalah ikut Rapimnas sesuai undangan panitia yang ditandatangai Sekretaris Wilayah Partai BERKARYA Provibnsi NTT, Zulkifli dan Wakil Ketua Pelaksana Harian, Imanuel Meok. Bahwa pelaksanaan Rapimwil II Partai Berkarya tanggal 8-9 Mei 2018. Lalu yang membingungkan kami ada lagi undangan via WAG Partai Berkarya NTT yang dikeluarkan panitia dan ditandatangi Ketua DPW PB NTT, Ony Benyamin. Dengan waktu pelaksanaan Rapimwil tanggal 15 Mei 2018. Ini dua undangan panitia yang membuat kami binggung, panitia yang mana sah menurut DPP.

Terkait undangan panitia yang membingungkan para pengurus DPD Partai BERKARYA se-Provinsi NTT ini, Ketua DPD Partai BERKARYA Kota Kupang, Adhy Dami meminta penegasan pengurus DPP.

“Kami mohon penegasan pengurus DPP terhadap undangan dua panitia Rapimwil ini. Dan kami menunggu klarifikasi Ketua DPW PB NTT, Ony Benyamin. Jika dihadapan pengurus DPP Ony Benyamin menyatakan undangan panitia yang dibentuknya itu sah dan pihak DPP mengakui keabsahannya, maka panitia yang ditandatangani Zulkifli dan Imen Meok kami bisa polisikan. Terus terang kami juga banyak kerjaan. Jangan kami DPD dipimpong sana sini dengan sesuatu yang membingungkan, ”jelas Adhy Dami.

Secara organisasi, tambah Adhy, terhadap semua urusan yang berkaitan dengan organisasi apalagi partai seperti ini, tidak harus bergantung pada seorang ketua. Secara administrasi bisa iya bisa juga tidak tergantung apa substansinya.  Kalau melihat fakta yang terjadi dengan model kepemimpinan yang diterapkan Ketua DPW PB NTT, Ony Benyamin seperti ini, apakah tidak mungkin pengurus lain bisa melakukan hal serupa untuk melaksanakan amanat partai. Yang salah satu agendanya adalah melakanakan Rapimwil.  Jadi kami mohon dengan amat sangat agar DPP mengambil sikap tegas terhadap pelakanaan Rapimwil ini.

“Iya setelah kita skors hampir satu jam sambil menungu kedatangan sang Ketua, Benyamin  tapi juga gak  datang-datang, kami juga sudah komunikasikan dengan Bapak Sekjen DPP partai BERKARYA.  Intinya beliau menyatakan kesediannya untuk datang ke NTT ikut Rapimwil. Gak apa-apa. Iya buka aja unek-unek dari semua pengurus partai karena mumpung beliau ada. Sehingga kami di pengurus DPP pun mengetahui kondisi sesungguhnya Partai BERKARYA di NTT,”tegas Waketum Armayin.

Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai BERKARYA yang sudah ada di Kupang, sejak Selasa, 8 Mei 2018 diantaranya Drs. H. Thaib Armayin, M.Si, Maria Lilyana Meko, Hj. Elisa Pusparani, MBA, masing-masing sebagai Wakil Ketua Umum/Waketum; Komando Daerah Pemilihan Lima (KODAPIL V) ; dan Wakil Bendahara Umum /Wabendum. +++ cnc1

 

Gambar :   Suasana diskusi pengurus DPP, DPW, dan DPD Partai Berkarya di M-Hotel Kupang. Tampak duduk jajaran kanan berturut-turut Kodapil V, Maria Lilyana Meko (bertopi putih), Waketum  Thaib Armayin, Andy Liwu. Juga membelakangi lensa duduk di jajaran kiri, Hj. Elisa Puparani.  (doc. marthen radja/CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *