MENGGIURKAN, Jatah NTT 15 Triliun dari BLOK MARSELA

Blok Marsela adalah blok Migas (minyak dan gas bumi) yang telah diputuskan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai salah satu dari 37 proyek strategis nasional. Jika saja megaproyek yang dikoordinasi oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman RI ini terlaksana maka NTT dan Maluku akan kebagian jatah masing-masingnya sebesar Rp 15 triliun.

 

Kupang, citra-news.com – “SAYA sudah berjuang hingga ke pemerintah pusat. Saya optimis akan diputuskan Maluku dan NTT mendapat participating interest (PI) sebesar 10 persen dan dibagi sama masing-masing 5 (lima) persen,”kata Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya.

Di sela-sela acara HUT-nya yang ke 58, Jumat 18 Mei 2018 dan dihadiri para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan ASN tingkat provinsi di Aula El Tari KUpang, Lebu Raya menjelaskan, BLOK MARSELA adalah blok Migas yang diputuskan sebagai salah satu dari 37 prioritas dalam proyek strategis nasional (PSN) sebagaimana diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017. Dimana pengelolaan Blok Marsela secara teknis dilaksanakan oleh Kementerian ESDM dibawah koordinasi Kemenko Kemaritiman RI.

Dalam kaitannya dengan pengelolaan Blok Marsela, lanjut dia, wilayah Provinsi NTT mendapat dampak langsung. Karena itu Provinsi NTT dan Maluku mendapat bagian dari PI dimaksud. Mengingat letaknya berada di bagian Timur Kabupaten Alor Provinsi NTT dan Kepulauan Tanibar Kabupaten Maluku Tenggara Barat,”tandasnya.

Meskipun Blok Marsela berada di luar wilayah territory Maluku sehingga tidak berarti pengelolaan Migas itu semata-mata menjadi kewenangannya. Dan letaknya berada di 12 mil laut itu, tambah Lebu Raya, akan tetapi tetap saja menjadi keputusan pemerintah pusat.

Ditanya apa manfaat PI Lima Persen dari pengelolaan Blok Marsela, jelas Lebu Raya, jika NTT memperlelima psen maka setiap tahun akanmendapat evien sebagai pendapatan dan masuk ke kas daerah. Juga bagi peningkaan pendapatan asli daeah (PAD) guna percepatan pembangunan di daerah ini.

“Apabila pemerintah pusat telah menetapkan PI sebesar 10 persen atau setara dengan nilai nominal Rp 30 triliun maka akan dibagi sama besarnya untk Maluku dan NTT. Jadi Maluku mendapat Rp 15 triliun dan NTT mendapat Rp 15 triliun hak kelola atau hak partisipasi atas Blok Marsela,”tegas Lebu Raya. +++ cnc/humasntt

 

Gambar : Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya saat kampanye Paslon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 2 JOKOWI – JK di Maumere 2014  (doc.marthen radja/CNC)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *