Provinsi NTT Antarpulaukan 25 Ribu Ekor Ternak Besar

Untuk kebutuhan bulan suci Ramadhan sampai dengan Idul Fitri tahun 2018, Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah mengantapulaukan sekitar 12 ribu ekor ternak sapi, kerbau dan kuda. Namun kenyataannya kapal ternak hanya mengangkut tidak lebih dari 300 ekor dari pelabuhan Tenau Kupang. 

Kupang, citra-news.com – KEPALA Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NT), Ir. Danny Suhadi mengatakan untuk kebutuhan Idul Fitri/Lebaran, Provinsi NTT mengantarpulaukan ternak besar sebanyak 12.000 ekor.

“Jumlah yang ada ini sudah termasuk permintaan rutin yang diantarpulaukan sejak tiga bulan terakhir ini sebanyak 25.000 ribu ekor,”kata Danny kepada wartawan di Gedung Sasando Kupang, Jumat 8 Juni 2018.

Permintaan kebutuhan daging sapi, kerbau, dan kuda di bulan suci Ramadhan sampai dengan Idul fitri, menurut Danny, lebih sedikit jumlahnya jika dibandingkan dengan pengantarpulauan ternak besar ini untuk memenuhi permintaan pada Idul Adha.

“Kalau kebutuhan Idul Adha biasanya lebih besar. Secara angka antara 12-15 ribu ekor. Sedangkan untk Idul Fitri tahun 2018 ini dalam satu bulan terakhir mengalami kenaikan sampai dengan 8000 ekor saja. Iya,  kalau total sampai dengan minggu kedua Juni 2018 sebanyak 12 000 ekor. Tetapi kalau akumulasi sejak tiga bulan terakhir ini sekitar 25.000 ekor,”katanya.

Danny menjelaskan, total akumulasi 25.000 ekor ini tidak hanya untuk kebutuhan bulan Ramadhan dan Idhul Fitri. Tetapi juga  untuk kebutuhan rutin pengantarpulauan ternak potong untuk DKI, Sulawesi dan Kalimantan. Dan biasanya kebutuhan Provinsi DKI Jakarta lebih besar jika dibandingkan dengan daerah lainnya. “Memang permintaan DKI banyak akan tetapi kita tidak bisa memenuhinya sekaligus,”tandasnya. Permintaan kebutuhan pengantarpulauan ternak besar, menurut Danny, melalui mekanisme yang berantai.  Mulai dari para pelaku bisnis ke suplier dan selanjutnya mendapat rekomendasi dari Dinas Peternakan Provinsi NTT.  Dan permintaannya juga tidak setiap hari. Jika dihitung per minggunya maka bisa mencapai 1000 ekor per minggu. Setelah sekian minggu mereka baru ajukan lagi kemudian kita rekomendasikan sesuai permintaan.  Kemudian pola pengangkutannya juga diatur. Ada yang menggunakan kapal cargo tapi ada juga diangkut dengan kapal khusus angkut hewan ternak.

Menjawab jumlah Suplier yang sudah menjadi mitra Dinas Peternakan Provinsi NTT, sebut Danny, suplier yang selama ini menjadi mitranya berjumlah diatas 20 suplier. Walu demikian permintaan suplier ini juga tidak langsung banyak. Kadang 100 ekor juga kadang 50 ekor per sekali angkut. Itulah sebabnya seringkali kapal ternak dalam setiap kali angkt tidak lebih dari 300 ekor saja, aku Danny.

Total permintaan sampai dengan akhir tahun 2018 sekitar 70.000 ekor sapi, jelas Danny, kalau dirupiahkan sekitar Rp 600 miliar. Tapi kita lihat PIK-nya juga dengan persiapan untuk Idul Adha nanti sekitar 15.000. Kalau dilihat dari historisnya memang sejak beberapa tahun lalu biasanya permintaan untuk Hari Raya Idul Adha/Idul Qurban lebih banyak dari kebutuhan untuk Idul Fitri. Dengan masing-masing kebutuhan untuk sapi potong sebanyak 70.000 ekor, kerbau sekitar 5000 ekor dan kuda sekitar 4000 ekor. Untuk ternak kuda biasanya permintaan dari Jeneponto (Sulawesi) untuk soto kuda.

Dia menambahkan, jumlah populasi  ternak besar di Provinsi NTT sampai dengan Desember 2017 sebanyak 1.029.000 ekor. Sedangkan target populasi untuk tahun 2018, Danny mengakui pihaknya kita tidak punya target. “Yang terpenting capaian sekitar 1 juta lebih ekor itu sudah baik. Kalau kenaikan sekitar 29.000 ekor setiap tahunnya juga kita sudah aman,”timpalnya. +++ cnc1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *