‘OMPONG’ Kursi Direksi RUPS Bank NTT Digelar Pasca Pilgub

Jabatan Direksi (Direktur utama dan Direktur Umum/Dirut dan Dirum) Bank NTT hingga saat ini masih lowong. Beberapa kepala daerah selaku pemegang saham dan anggota DPRD NTT pun terus mendesak agar Gubernur Frans Lebu Raya segera menggelar RUPS untuk mengisi kursi direksi yang tengah ompong (kosong) ini.

Kupang, citra-news.com – LEONARDUS Lelo, anggota DPRD NTT mengingatkan Gubernur Frans Lebu Raya selaku Pemegang Saham Pengendali untuk segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT.

“Mengingat masa jabatan Gubernur NTT Frans Lebu Raya harus sudah berakhir pada tanggal 16 Juli 2018 maka sepatutnya segera menggelar RUPS. Sehingga jabatan Edy Bria Seran selaku PLT Direktur Utama Bank NTT pun berakhir. Termasuk beberapa jabatan direksi yang juga masih kosong,”kata Lelo dalam sidang paripurna dewan perihal Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi NTT  Tahun Anggaran 2017, tanggal 22 Mei 2018.

Menjawabi tuntutan DPRD NTT ini, Gubernur NTT Frans Lebu Raya pun menggelar RUPS Bank NTT pada tanggal 25 Mei 2018. Namun hasil akhirnya juga belum menetapkan siapa-siapa pejabat defenitif direksi Bank NTT dimaksud.

Pada kesempatan terpisah, Mantan Direktur Utama Bank NTT Daniel Dimu Tagudedo, saat dimintai pendapatnya terkait desakan agar RUPS Bank NTT segera digelar, dia mengatakan hajatan Pilkada serentak tahun 2018 sudah di depan mata. Termasuk di Provinsi NTT untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub/wagub) dan 10 kabupaten melaksanakan pemilihan bupati/wakil bupati. Sehingga secara etika politik seharusnya kita tunggu Gubernur Baru untuk menetapkan Direktur Utama (Dirut) dan Direktur Umum (Dirum).

“Sebaiknya Pemilihan Direktur Utama dan Direktur Umum menunggu Gubernur NTT yang baru nanti. Karena saya kuatir Gubernur yang baru nanti akan merombak struktur kepengurusan yang telah ada saat ini. Situasi ini yang sering dihadapi seluruh BPD (Bank Pembangunan Daerah) di tanah air. Saat ini saja ada 4 BPD yang kepengurusannya belum lengkap akibat pergantian pemimpin politik di daerah,”katanya.

Seperti yang dikutip obor-nusantara.com dan dishare melalui WhatsAPP Group Ikatan Media Online (WAG IMO NTT), Tagudedo juga membeberkan pandangannya terkait pemilihan Dirut dan Dirum BPD NTT atau sekarang dengan nama Bank NTT ini.

Pertimbangan lain, demikian Tagudedo, sesuai ketentuan Peraturan Perbankan jumlah Direksi minimal 3 orang sudah terpenuhi. Demikian juga jumlah komisaris minimal 50 persen dari jumlah Direksi juga sudah terpenuhi oleh kepengurusan saat ini.

“Kalau kepengurusan sering diganti-ganti walaupun masa tugasnya belum selesai akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap banknya. Selain itu Tingkat Kesehatan Bank akan turun menjadi Kurang Sehat,”kata Tagudedo.

Menjawab citra-news.com terkait molornya pelaksanaan RUPS Bank NTT diduga adalah upaya Pemerintgah Provinsi NTT untuk mempertahankan Direksi dan kepengurusan yang ada, Tagudedo menampiknya.

“Pemberitaan soal RUPS Bank NTT sudah ada. Beta sonde (saya tidak) mau ada polemik tentang Bank NTT. Cukup berita itu saja, adik. Kasihan Bank NTT,”tulis Tagudedo dalam WAG-nya yang dikirim ke citra-news.com, Minggu 17 Mei 2018 pukul 21.35 Wita.  Bahkan mantan Dirut Bank NTT itu juga memposting berita obor-nusantara.com dibawah judul, Daniel Tagu Dedo ”RUPS Bank NTT” Sebaiknya Digelar Setelah Ada Gubernur Baru.

Terkait pelaksanaan RUPS Bank NTT,  Informasi yang diterima citra-news.com dari pihak Bank NTT menyebutkan, RUPS direncanakan akan dilaksanakan pada minggu pertama Juli 2018. “Kita sedang membuat undangan. Kemungkinan RUPS ini dilaksanakan pada minggu pertama bulan Juli 2018. Tapi yang pasti sebelum tanggal 16 Juli 2018  (sebelum akhir masa jabatan Gubernur Frans Lebu Raya). Sehingga Gubernur NTT baru nantinya sudah ada Direksi dan Komisaris Bank NTT yang baru juga,”ucapnya sembari meminta namanya tidak dipublikasi. +++ cnc1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *