Hasil KERJA Pemerintah NTT Menggembirakan

Sejalan dengan thema perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, “Kerja Kita Prestasi Bangsa” bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, sesungguhnya telah memberi bukti melalui 8 (delapan) Agenda dan 6 (enam) Tekad Pembangunan. Program kerja membangun masyarakat NTT tersebut menuai hasil yang menggembirakan.

Kupang, citra-news.com –  PENJABAT Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Robert Simbolon, MPA mengatakan, hasil kerja keras pemerintah Provinsi NTT pada periode 2013-2018 dalam melaksanakan program pembangunan, mencapai hasil yang menggembirakan. Program kerja yang dimaksud yakni 8 (delapan) agenda program dan juga 6 (enam) tekad pembangunan.

Demikian Robert dalam Pidato Radio, di Aula Fernandes Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT Jl El Tari Kupang,  Kamis 16 Agustus 2018.

Disebutkan, 8 (delapan) Agenda pembangunan dimaksud adalah program Pendidikan Kepemudaan dan Keolahragaan; Kesehatan; Pariwisata; Pengembangan Infrastruktur Berbasis Tata Ruang dan Lingkungan Hidup; Pengendalian Sistem Hukum dan Birokrasi Daerah; Perlindungan Perempuan dan Anak; Program Pengembangan Perikanan dan Kelautan; serta Agenda Khusus Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Penanggulangan Bencana dan Pembangunan Daerah Perbatasan.

“Pelaksanaan kedelapan agenda dan enam tekad pembangunan yang ada mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Baik secara kuantitif maupun secara kualitatif,”ucap Robert.

Untuk agenda program pembangunan Pendidikan, Pemuda dan Keolahragaan, secara angka tingkat partisipasi masyarakat di bidang pendidikan  masih fluktuatif.  Ini terlihat dari realisasi angka partisipasi kasar (APK) pada tahun 2018. Dimana untuk tingkat SD (sekolah dasar sebesar 112,01 persen; tingkat SMP sebesar 93,53 persen dan tingkat SMA/SMK sebesar 63,79 persen. Sedangkan APM (angka partisipasi murrni) pada tahun 2018 masing-masing untuk tingkat SD sebesar 99,29 persen; SMP sebesar 86,02 persen dan SMA/SMK sebesar 89,86 persen.

Selain prestasi di bidang pendidikan, juga pada aspek pembangunan kepemudaan, pemerintah telah berupaya melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat). Seperti Diklat pemuda perbatasan, Diklat kewirausahaan ekonomi, dan Diklat Paskibraka dan Jambore Pemuda Indonesia.

Sementara Pembangunan keolahragaan dengan melakukan pelatihan terpusat, dan menguikutsertakan para atlit di berbagai kejuaraan, baik nasional maupun internasional. Beberapa cabang olahraga (Cabor) yang menjadi andalan Provinsi NTT yakni Atletik, Tinju, Pencak Silat, Tekwondo, dan kempo. Dengan peraihan prestasi yang membanggakan NTT.

Agenda Pembangunan Kesehatan. Indikator keberhasilan pembangunan kesehatan dilihat dari angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). AKI sejak tahun 2013-2017 mengalami penurunan. AKI tahun 2016 sebanyak 182 kasus dan AKI tahun 2017 menjadi 162 kasus. Pada tahun 2018 (sampai dengan april) AKI sebanyak 42 kasus.  AKB mengalami fluktuasi dari tahun 2017 sebanyak 800-an kasus  jika dibandingkan dengan tahun 2016 sebanyak 1.888 kasus.  AKB ampai dengan April 2018 sebanyak 333 kasus. AKB ini diharapkan terkoreksi menurun seiring dengan layanan kesehatan ibu dan anak. Seperti Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan pembangunan Sarpras (sarana prasarana) bagi masyarakat pada daerah-daerah terpencil.

Secara umum pertumbuhan ekonomi NTT tahun 2017 sebesar 5,16 persen sedikit lebih menurun jika dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar 5,18 persen. Akan tetapi masih berada diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,07 persen.  Pemerintah Provinsi NTT juga telah bekerjasama dengan Bank Indonesia terkait laju inflasi daerah. Dimana laju Inflasi tahun 2017 mencapai 2,00 persen. Ini menjadi inflasi terendah dalam kurun waktu 17 tahun terakhir. Dan menjadi terbaik untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Pemerintah Provinsi NTT juga pada tahun 2017 kembali mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian. Dia berharap hal iini perlu dipertahankan pada tahun-tahun yang akan datang dalam peneyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan masyarakat.

Selain 8 (delapan) agenda juga melaksanakan 6 (enam) tekad pembangunan. Masing-masing pengembangan jagung; Pengembangan ternak; Pembangunan bidang koperasi; Pengembangan cendana. Dimana melalui penanaman anakan cendana sampai dengan tahun 2017 mencapai 3.162.670 anakan pada areal 550. 437 HA. Dan tersebar di 17 kabupaten/kota. Masing-masing

Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Flotim, Sumba Timur, Sikka, Alor, Lembata, Ngada, Nagekeo, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Manggarai, Sabu Raijua, dan Kabupaten Belu. Minus Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Rote Ndao, dan Kabupaten Malaka.

Berikut tekad Pengembangan Perikanan dan Kelautan. Dikatakan, pada tahun 2017 produksi perikaan laut sebesar 127, 879,95 mengalami peningkatan dari tahun 2016 sebesar 123.765 ton. Demikian halnya pengembangan perikanan darat (perikanan air tawar) melalui budidaya ikan di tambak dan kolam.

Untuk agenda pengembangan pariwisata, pada tahun 2017 terlaksana event nasional dan internasional. Beberapa event bertaraf internasional diantaranya penyelenggaraan Tour di Timor dan Tour de Flores. Berkut, even bulan Soekarno (Soekarno Moon) di Ende tanggal 13-21 Juni 2017. Festival Tenun Ikan sedaratan Sumba sebagai promosi dan membangun replika Pulau Sumba sebagai centra tenun ikat  pada tanggal 12-15 Juli 2017 di lapangan Galatama Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya.

Berkaitan dengan program Desa Mandiri ANGGUR MERAH (DeMAM), Robert menyebutkan, jumlah penerima program DeMAM  sampai tahun 2017 sebanyak 592 desa/kelurahan. Total penerima program DeMAM tahun 211-2017 sebanyak 3.250 desa/kelurahan. Anggaran program desa/kelurahan tahun 2017 sebesar 148 miliar lebih. Dan total anggaran yang telah disalurkan melalui rekening kelompok berjumlah 817, 200 miliar. +++ cnc1

Gambar : Drs. Robert Simbolon, MPA, didampingi Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTT, Drs. Semuel Pakereng. Doc. marthen radja/CNC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *