MEDIA Massa, PEMICU Langkah PERCEPATAN Pembangunan

Humas sebagai ‘juru bicara’ pemerintah harus tanggap terhadap upaya percepatan pembangunan yang dilakukan pemerintah saat ini. Humas harus kreatif dan inovatif dalam merancang agenda pemberitaan media massa dengan mengangkat isu-isu kekinian.

Kupang, citra-news.com – PROGRAM Percepatan Pembangunan yang saat ini dimeteraikan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat dan JOSEF A. Nae Soi,  meliputi Kesejahteraan Masyarakat; Pengembangan Pariwisata; InfrastrukturPeningkatan Sumber Daya Manusia, dan Reformasi Birokrasi. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat provinsi diminta untuk kreatif dan inovatif merancangbangun item-item kegiatan terkait 5 (lima) program utama dimaksud.

Arahan Sekda Ben ini kemukakan dalam pertemuan internal bersama anggota Tim Percepatan Pembangunan “NTT Bangkit, NTT Sejahtera, ERNI Summira, Kepada Biro Umum, Zacharias Moruk, Kepala Biro Humas Semuel Pakereng  dan staf, dan Kepala Biro Organisasi, Ferdy Kapitan, di  Ruang Rapat Sekda Gedung Sasando, di Kupang, Jumat 28 September 2018.

Mengutip press release yang disebar melalui WAG Biro Humas tulis Bob, Sekda Ben meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat provinsi untuk kreatif dan inovatif dalam merencanakan item-item kegiatan terkait 5 (lima) program utama dimaksud.  Tidak terkecuali Biro Humas dan Bagian Protokol Setda Provinsi NTT, untuk mengagendakan thema-thema pemberitaan dengan mengangkat, program percepatan pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2018-2023.

“Khususnya segenap aparatur Biro Humas dan Bagian Protokol untuk memainkan perannya dalam mendukung tugas Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Diperlukan langkah-langkah percepatan pembangunan melalui pemberitaan media massa. Dengan mengangkat isu-isu penting secara kreatif dan inovatif,”ucap Sekda Ben

Menurut Sekda Ben, pesan (pemberitaan) media massa mempunyai pengaruh besar. Yaitu  sebagai pemicu langkah-langkah strategis pemerintah dalam mengatur program percepatan pembangunan. Sehingga Humas pemerintah harus memperhatikan pesan apa yang menjadi penting dari setiap kegiatan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

“Humas harus memainkan isu pembangunan dan menghasilkan efek pemberitaan media massa dalam mendukung percepatan pembangunan di NTT,”tandasnya.

Sementara Erni Summira mengatakan, pemberitaan melalui seiara pers (press release) Humas harus “by moment” bukan “by setting. Ini penting bagi Humas pemerintah untuk mengangkat point-point atau setiap isu dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

Dari isu penting yang diangkat, lanjut Erni, maka akan nampak efek pemberitaan media terhadap percepatan pembangunan di NTT. Humas dan Protokol tidak boleh bekerja apa adanya. Tapi perlu langkah kreasi dan inovasi berkaitan dengan mengemas suatu isu dalam pemberitaan media. Sudah tentu mengemas berita pembangunan yang memiliki nilai berita (value news).  Dan bukan soal kemiskinan saja,”tandasnya.

Terkait content pemberitaan, menurut Erni, aparatur Humas dalam mengems berita harus mememilih angle yang menarik. Juga saat wawancara juga mengajukan pertanyaan dengan mengangkat isu penting  yang menggugah narasumber untuk menjelaskannya.

Erni juga mengajak aparatur Humas untuk melakukan komunikasi secara intensif dengan awak media.  Juga melakukan pertemuan secara periodic dengan pimpinan media dan menata konsep kerjasama media secara professional. Termasuk menggelar coffee morning bersama Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dengan pimpinan media massa.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala Biro Humas, Semuel Pekereng dan staf, Kepala Biro Umum, Zacharias Moruk, Kepala Biro Organisasi, dan Ferdy Kapitan  itu dibahas juga soal pembentukan media centrebagi kelancaran akses wartawan dalam kegiatan peliputan berita di Lingkup Setda Pemprov NTT. Dan menyangkut ruang lingkup kerja Biro Humas  dan Bagian Protokoler Biro Umum Setda NTT. +++ cnc1/bob humasntt

Sumber: Bob/Biro Humas Setda NTT

Gambar : Ir. Benediktus Polo Maing, Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur

Foto : doc. marthen radja/CNC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *