Penataan DESTINASI Harus SELARAS Alam dan STANDAR Global

Meningkatkan jumlah kunjungan, lama tinggal, dan keramahan pelayanan  bagi wisatawan di sebuah destinasi pariwisata adalah standar global yang sudah baku. “Jangan terlihat dari luar hotelnya mewah tapi di dalamnya kotor dan bau pesing,”kata Heri.

Maumere, citra-news.com – GUBERNUT NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat dalam kunjungan kerja kemana-mana dan dimana-mana selalu mengingatkan tentang kebersihan, kemananan, dan kenyamanan. Sehingga tamu yang datang apalagi para wisatawan merasa betah dan lama tinggal di sebuah destinasi.

Ibarat gayung bersambut hal yang sama juga  diharapkan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Sikka. Karena dengan bermodalkan kebersihan akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke sebuah destinasi pariwisata. Selain kebersihan juga keramahan dalam memberikan pelayanan sehingga para wisatawan merasa betah dan lama tinggal. Dengan semakin lama tinggal berarti maka akan meningkatkan daya beli   sehingga ekonomi masyarakat bertumbuh. Dan implikasinya pada peningkatan PAD setempat.

Demikian dikatakan Heribertus Ajo, Ketua BPPD Kabupaten Sikka sekaligus Praktisi Pariwisata  kepada citra-news.com di Maumere, 13 Oktober 2018.

Heri mengatakan, sungguh bahagia terlahir sebagai orang Flores dimana alamnya mulai dari ujung barat hingga timur Tuhan sudah ciptakan semua yang unik-unik. Yaitu Komodo, Pantai Pasir berwarna Pink, putih, hitam. Alam bawah laut gunung dan lembah, Dana Tiga Warna Kelimutu, Pantai Koka dan Teluk Maumere yang indah.

Serta manusia Flores yang berasal dari berbagai suku dan etnis, bahasa, kampung dan ritual adat, budaya tenun ikat, arak (moke) dan madu yang enak, buah-buahan dan makanan olahan beragam jenis nan nikmat, sungai, mata air panas yang menyehatkan, batu-batuan yang berwarna warni, hewan margasatwa yang unik

“Ini semua adalah anugerah Tuhan yang luar biasa istimewahnya. Juga dibangun hotel megah berbintang tapi giliran masuk ke kamar water closed (wc/toilet) ternyata berbau amis dan pesing. Tidak sehat dan tidak terawat, air tersumbat.  Maka hilanglah gairah keindahan dan lenyaplah penghargaan akan keindahan itu dan berkurang pula respek pada kualitas manusianya,”kata Heri.

Menurutnya mutu hidup suatu bangsa ternyata tak terpisahkan dari standar kamar WC-nya. Kebersihan adalah bagian dari iman, kebersihan adalah pangkal kesehatan, kebersihan adalah jaminan mutu. Kaebersihan adalah juga keindahan dan keindahan mampu menimbulkan daya tarik. Dan daya tarik adalah modal utama promosi pariwisata terutama, tandasnya.

Bahwa pada faktanya, beber dia, sering kita melihat penampilan beberapa gedung hotel mewah. Tapi kenyataannya bila kita masuk kedalam sering mendapai beberapa ironi yang membuat kita malu. Keindahan dari luar tak sweri8ng dengan penataan di dalam. Antara lain kita menemukan kamar mandi, WC yang kotor berbau tengik dan tiak memenuhi standar kesehatan. Dan banyak fakta miris lainnya serta paradoksal pengalaman yang hanya bisa kita jadikan sebagai pengalaman.

Heri mengisahkan dirinya pernah malu akibat fakta paradoksal ini.  Kala itu dirinya sebagai guide (pemandu/pramu wisata) membawa beberapa turis asing asal negeri Paman Sam Amaerika Serikat, mengunjungi Kabupaten Sikka bahkan Flores umumnya.

Kenyataan terbalik jauh panggang dari api yang diinginkan dan dipikirkan oleh wisatawan manca negera ini. Tempat wisata, fasilitas umum, hotel, wisma, restoran, dan rumah penduduk, bahkan kantor pemerintahan juga kondisi toiletnya sangat memprihatinkan.

Dari pengalaman ini Heri mengatakan BPPD Sikka punya program penataan terhadap semua fasilitas umum, mentalitas pelayanan, sampah yang dibangun selaras dengan alam dan standardisasi global. Juga program-program lainnya yang menunjang wisatawan untuk lebih bergairan dan betah tinggal.

“Ayo ciptakan kebersihan mulai dari rumah kita agar lingkungan kita indahan asri demi mewujudkan Maumere yang manise. Dalam penataan destinasi pariwisata untuk kebutuhan promotif harus selaras dengan alam dan budaya sehingga berkesan natural. Tapi bersih sehingga aman dan nyaman bagi wisatawan. Mari benahi kamar mandi, Wc/toilet kita sekarang. Tidak perlu mewah yang penting bersih dan higienis,”ajak Heri.

Pada kesempatan itu Heri juga menyebutkan keabsahan pengurus BPPD Sikka berdasarkan SK bupati Sikka Nomor 75/HK/2018, periode 2018-2022. Masing-masing, Ketua : Heribertus Ajo; Sandy (Wakil Ketua); Sekretaris : Konradus Rindu. Dengan Keanggotaan: Dominggus Koro, Arnold Welin, Martinus Wodon, Chaidir, Ignas Kassar, Heru Purnomo. +++ amor/cnc

Reporter : Armandio WS/CNC

Editor : marthen radja

Gambar : HERIBERTUS Ajo, Ketua BPPD Sikka periode 2018-2022

Foto : Doc. CNC/Armando WS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *