Spirit NAWACITA Membangun MASYARAKAT dari DESA

Dana Desa yang teralokasi miliaran rupiah bertujuan untuk memajukan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.  

Maumere, citra-news.com – WAKIL GUBERNUR Nusa Tenggara Timur JOSEF Adrianus Nae Soi, mengingatkan para tenaga pendamping dana desa untuk mendata warga masyarakat yang mengalami tekanan social ekonomi. Tidak terkecuali fakir, miskin dan stanting.

Permintaan Wagub Josef tersebut ia ungkapkan pada saat membuka pelatihan pendamping lokal desa tingkat Provinsi NTT di Hotel Sylvia Maumere, Senin 5 Oktober 2018.

Acara pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi NTT ini melibatkan Rayon IV yang meliputi Kabupaten Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, dan Kabupaten Nagekeo.

Ditegaskan Wagub Josef, pendamping dana desa harus mampu menciptakan inovasi sesuai amanat yang digariskan dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang DESA. Bahwa pemerintah pusat maupun pemerintah daerah wajib menyelenggaraakan pemberdayaan masyarakat desa melalui pendampingan secara berjenjang sesuai dengan kebutuhan desa.

“Undang Undang Desa ini berkaitan erat dengan spirit program NAWACITA Presiden dan Wakil Presiden saat ini. Dimana salah satu klausulnya yaitu membangun Indonesia dari pinggiran (desa) dengan memperkuat daerah-daerah dari desa dalam NKRI,”tegasnya.

Lebih jauh dijelaskan, program NAWACITA ini bertujuan untuk perubahan Indonesia berdaulat secara politik serta mandiri dalam bidang ekonomi dan kebudayaan. Oleh karena itu pemerintah bertekad menjadikan Indonesia Maju Indonesia Hebat  yang dimulai dari desa dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat desa. Dengan bentuk anggaran pendamping dana desa yang profesional.

Ada tiga asas kejiwaan yang harus dimiliki tenaga pendamping dana desa. Yaitu beban, tumpuan, dan kemampuan. Oleh karena iotu dana desa juga merupakan pengungkit dalam pembangunan daerah dengan melibatkan tiga kemampuan tersebut.

Selain itu, lanjut Josef, pendamping dana desa ini dalam menjalankan tugasnya harus juga memliki tiga kemampuan sekaligus. Yakni knowledge, skill,  dan attitude. Juga tegas dalam iman dan kuat dalam percobaan.

Karena itu dalam tugasnya mengawal proses pengelolaan dana desa, membantu kepala desa dan perangkat desa dalam menyusun dokomen perencanaan desa. Seperti RPJM-Des, RKP-Des serta berbagai peraturan-peraturan desa. Berbagai kebijakan ini dilakujkan menginagt keterbatasan kemampuan SDM di desa sehubungan penyelenggaraan pemerintah dalam pembangunan dapat berjalan optimal. Kelak pemeritah desa dap[at mengelola secara mandiri sesuai amanat UU desa tersebut.

Menurutnya, sejauh ini pemerntah terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pengelolaan dana desa. Baik dari segi pemanfaatan pembangunandan pemberdayaan masyarakat dea, agar penggunaan dana desa benar-benartepatsasaran untuk peningkatan kehidupan masyarakat desa.

Penggunaan dana desa dimanfaatkan untuk program unggulan seperti membangun embung, pembangunan sarana prasarana (Sarpras) olahraga, padat karya, infrastruktur, dan program inovasi desa serta program pemberdayaan lainnya.

Acara pembukaan pelatihan pendamping dana desa tersebut, selain dihadiri para tanaga penadamping dari Rayon IV, turut hadir Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, Ketua DPRD Sikka, Gregorius Nago Bapa, kepala Dinas PMD Provinsi NTT, Florianus Mekeng, Forkopimda Sika, para camat, dan kepala desa/lurah se-Kabupaten Sikka. +++ amor/cnc

Reporter : Armando WS/CNC

Editor : marthen radja

Gambar : Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi saat membuka pelatihan tenaga pendamping dana desa Rayon IV di Sylvia Hotel Maumere, Senin 5 November 2018.

Foto : Doc CNC /Armando WS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *