Bupati ROBBY Jadikan PETANI dan TUKANG Keluarga TELADAN 2019

Bupati dan Wakil Bupati Sikka ROBY Idong dan ROMANUS Woga foto bersama Pasutri  Ignatius Teguh Budiyono – Susana Selemia dan Elias Moa – Fince Rumbiak, didampingi Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Sikka, Konstantia Tupa Arankoja, S.Sos. Doc. CNC/even humas setkab sikka

Pasangan suami istri (Pasutri) Elias Moa dan Fince Rumbiak, dan pasutri  Ignatius Teguh Budiyono dan Susana Selemia, mendapat penghargaan sebagai Keluarga Teladan Tahun 2019 oleh Pemerintah Kabupaten Sikka.

Citra-News.Com, MAUMERE –  BUPATI Sikka, FRANSISKUS Roberto Diogo, S.Sos, M.Si memberikan penghargaan kepada  dua Pasutri, Elias Moa – Fince Rumbiak, dan Pasutri  Ignatius Teguh Budiyono – Susana Selemia. Kedua Pasutri ini dihargai karena kendati berprofesi sebagai petani dan tukang namun berhasil menyekolahkan anaknya menjadi dokter.

Penghargaan itu diberikan oleh Bupati Sikka dalam rangkaian acara peringatan Hari Keluarga Nasional ke-XXVI Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Sikka, yang diselenggarakan dalam apel kekuatan ASN (Aparatur Sipil Negara) Lingkup Pemda Sikka di halaman Sikka Convention Centre (SCC), Jalan Achmad Yani Maumere, Senin 15 Juni 2019.

Bupati ROBBY menyerahkan piagam kepada Pasutri  Ignatius Teguh Budiyono – Susana Selemia Doc. CNC/even humas setkab sikka

“Dalam rangkaian perayaan HARGANAS (Hari Keluarga Nasional) Tahun 2019, saya tugaskan Kepala Dinas P2KBP3A Sikka untuk menemukan minimal dua keluarga yang sukses melaksanakan 8 Fungsi Keluarga, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi semua keluarga di Kabupaten Sikka. Dan hari ini kita menyaksikan kedua keluarga ini hadir bersama kita dalam apel hari ini,” kata Bupati Robby Idong, panggilan karib Bupati Sikka, dalam apel yang dihadiri ratusan ASN itu.

Dikatakan Bupati Robby, kedua Pasutri ini menjadi inspirator, motivator, dan teladan bagi semua keluarga se-Kabupaten Sikka. Karena walaupun pak Elias Moa hanya seorang petani biasa, dan Pak Igantius Teguh Budiyono hanya seorang tukang serabutan, dan istri mereka hanyalah ibu rumah tangga, namun kedua keluarga ini berhasil menyekolahkan anak-anaknya setinggi-tingginya, yakni menjadi dokter.

Bupati dan Wakil Bupati Sikka ROBY Idong dan ROMANUS Woga foto bersama Pasutri Elias Moa – Fince Rumbiak. Doc. CNC/even humas setkab sikka

“Sekolah dokter itu mahal. Petani dan tukang itu pendapatannya tidak tentu. Tapi mereka sukses. Itu bukti bahwa mereka telah berjuang dengan sangat gigih, pasti sangat gigih, tak pernah menyerah, dan berusaha tanpa henti. Dan mereka tidak cengeng. Itulah semangat orang-orang yang mau merubah keadaannya,”ungkap Bupati Robby

Itu sebabnya, tambah Bupati, Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka mengundang mereka dengan hormat untuk berdiri di sini dan menjadi teladan kita semua. Baik masyarakat maupun teladan bagi kita para ASN semuanya. Bahwa spirit juang yang kuat mampu merubah nasib.

Turut hadir dalam apel tersebut, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, para asisten dan staf ahli Bupati, serta para pimpinan perangkat daerah dan ratusan ASN.

Adapun Elias Moa adalah petani di Desa Kopong, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka. Pada tahun 1972, dia merantau ke Papua dan menikah dengan gadis Papua, Fince Rumbiak. Mereka dikaruniai 5 (lima) orang anak.

Pada tahun 2000, Elias Moa membawa keluarganya pulang kampung, dan menetap di desa Kopong hingga kini. Berkat kegigihannya, Elias Moa dan Fince Rumbiak berhasil mendidik anak-anaknya hingga sukses.

Anak pertama, sarjana, kini bekerja sebagai pegawai Bank Papua. Anak kedua saat ini sedang kuliah di semester VII. Anak ketiga bekerja di kapal. Anak keempat menjadi dokter umum dan kini bertugas di Papua. Anak kelima (bungsu) kini sedang melanjutkan kuliah di semester V.

Bupati dan Wakil Bupati Sikka ROBY Idong dan  ROMANUS Woga foto bersama Pasutri  Ignatius Teguh Budiyono – Susana Selemia. Doc. CNC/even humas setkab sikka

Sementara Ignatius Teguh Budiyono yang berasal dari Jawa itu adalah seorang tukang serabutan. Ia mahir menjadi tukang kayu, batu, bahkan montir motor. Dia menikah dengan Susana Selemia dari Maumere, dan menetap di belakang Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Maumere, Kelurahan Kota baru, Kecamatan Alok Timur.

Pasutri ini dikaruniai tiga orang anak. Anak sulung berhasil dididik menjadi dokter, bahkan saat ini menjadi dokter spesialis penyakit dalam dan bertugas di Kabupaten Ende.

Anak kedua bekerja sebagai wiraswastawan dan kini memiliki usaha persewaan internet di Ende Flores NTT. Sedangkan anak bungsu mereka kini masih kuliah di semester VII.

Berhasil Mempraktekan 8 Fungsi Keluarga

Mengutip pres release  Kabag Humas dan Protokol Stkab Sikka, Even Edomeko, bahwa  terhadap kedua keluarga sederhana yang terpilih menjadi Keluarga Teladan tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Sikka, Konstantia Tupa Arankoja, S.Sos, menjelaskan bahwa hal tersebut dikarenakan kedua keluarga itu melaksanakan 8 fungsi keluarga dengan baik.

Foto Konstantia Tupa Arankoja, S.Sos. Doc. CNC/even humas setkab sikka

Delapan fungsi keluarga itu, beber Kontantia yakni fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta dan kasih sayang, fungsi reproduksi, fungsi perlindungan, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi lingkungan.

“Nah, 8 fungsi itu, dalam penilaian kami, sudah mereka laksanakan dengan sangat baik, dengan melalui banyak dan besarnya tantangan. Ada ribuan kepala keluarga petani dan/atau tukang. Tapi mereka bisa menyekolahkan anaknya menjadi sarjana bahkan dokter. Maka mereka lebih unggul dari keluarga-keluarga lainnya.””jelas Konstantia.

Bupati Sikka Robby Idong dan Wakilnya Romanus Woga tidak saja memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan. Tetapi juga uang pembinaan senilai satu juta rupiah dan rencanakan bantuan pendidikan bagi anak-anak kedua keluarga ini yang masih kuliah. +++ arnold/citra-news.com/even edomeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *