Masyarakat TTS Urutan Ke-2 TERMISKIN di Indonesia

Bupati Epy Tahun : “Masyarakat kami di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi urutan kedua termiskin di Indonesia. Untuk itu program utama kami 5 tahun ke depan adalah memaksimalkan upaya pengentasan kemiskinan”.

Kupang, citra-news.com – BUPATI dan Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Egusem Piter (Epy) Tahun, ST, MM dan Johny Army Konay, SH dalam visi misi program pembangunan TTS 5 (lima) tahun ke depan adalah berupaya menekan angka kemiskinan.

“Kita ketahui bersama masyarakat Kabupaten TTS urutan pertama termiskin  di Provinsi NTT dan urutan termiskin ke-2 di Indonesia. Karena secara regional NTT masyarakat Kabupaten TTS adalah Termiskin ini maka di masa kepemimpinan kami harus berupaya maksimal menurunkan angka kemiskinan sekitar 26-27 persen ini,”kata Epy usai acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati di Aula El Tari Kupang, Kamis 14 Pebruari 2019.

Pasangan Epy Tahun dan Army Konay yang sempat heboh karena menang gugatan dua kali di tingkat MK itu punya niat tulus untuk membangun dan membawa keluar masyarakat TTS dari kubangan kemiskinan. Bahkan Bupati Epy membantah kalau dikatakan masyarakat TTS miskin karena malas kerja.

Menurutnya, ada beberapa factor pendukung hingga Kabupaten TTS dikatakan termiskin. Minimnya pelayanan dasar kebutuhan masyarakat seperti jalan dan jembatan untuk aksesibilitas ekonomi masyarakat. Berikut, kebutuhan kelistrikan dan air bersih. Dengan kondisi geografis wilayah TTS yang lembah dan berbukit menjadi factor penghambat bagi pemerintah dalam upaya membangun dan meningkatkan pelayanan dasar dasar dimaksud.

Dalam upaya menekan angka kemiskinan, jelas Epy, pemerintah Kabupaten TTS selama 5 tahun ke depan sedapat mungkin berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan itu sebesar satu persen dalam setiap tahunnya.

“Kita targetkan selama 5 tahun ke depan bisa menekan angka kemiskinan turun sampai dengan 20 persen. Itu artinya dalam setiap tahunnya sekitar 1 persen lebih upaya kita harus bisa                  m angka kemiskinan yang ada. Atau bisa menekan angka 20 persen kebawahnya kan lebih bagus. Dan kami optimis untuk itu karena ada potensi dayang dukungnya,”ucap Epy.

Menjawab citra-news.com langkah aksi yang dilakukan untuk menekan angka kemiskinan dibawah 20 persen selama 5 tahun, Epy mengatakan, ada banyak cara yang dilakukan. Diantaranya dengan membangun dan mengembangkan atau meningkatkan infrastruktur jalan, dan sarana prasarana (Sarpras) dasar lainnya.

“Kalau beberapa kebutuhan dasar ini sudah terpenuhi kan angka kemiskinan sudah bisa menurun. Ada sekitar 139 ribu orang miskin dari total penduduk sekitar 500 ribu di Kabupaten TTS. Selama beberapa tahun ini kita stagnan di angka 26 persenan miskin. Jika setiap tahunnya kita focus dengan membangun kebutuhan dasar ini saya optimis jumlah orang miskin setiap tahun turun 1 persen maka selama 5 tahun ke depan pasti angka angka kemiskinan ini bisa menurun,”beber Epy yakin.

Pelan Tapi Pasti Kami Benahi

Banyak orang memberikan julukan TTS dengan stanting kemiskinan, stanting gizi buruk, dan lain-lain. Tapi ke depan kita berupaya untuk membenahi, walau pelan tapi pasti. Infrastruktur dan Sarpras sama juga stanting.

Akan tetapi, kata Epy, Gubernur NTT Viktor Lasikodat sudah memberikan harapan-harapan untuk ruas jalan provinsi segera dibenahi. Ada beberapa ruas jalan kabupaten ditingkatkan statusnya ke ruas jalan provinsi. Ada juga jalan strategis nasional ruas Batu Putih-Kolbano di lintas selatan untuk aksesibilitas ke wilayah perbatasan Motamasin Kabupaten Malaka. Di wilayah Selatan Kabupaten TTS ini tentu akan tumbuh ekonomi baru.

Beberapa ruas jalan ada selain untuk memperlancar arus perekonomian antar wilayah juga ada kaitannya dengan pembangunan kepariwisataan. Juga sector lainnya terus kami benahi. Kelistrikan, Air bersih, rumah layak huni. Kesemuanya ini jika kita focus membangun walaupun secara bertahap akan bisa menekan angka kemiskinan yang ada di NTT. +++ cnc1

Gambar : Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Piter (Epy) Tahun, ST, MM (kiri) dan Army Konay, SH (kanan) foto bersama di Aula El Tari Kupang, Kamis 14 Pebruari 2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *