MINIM Kolaborasi Program SOLIWOA ‘Mengadu’ ke JULIE Laiskodat

Grace berharap ketimpangan pelaksanaan program GEMARIKAN pada masa lalu tidak terulang kembali di era Gubernur Viktor Laiskodat. Pasalnya, gelontoran dana dari pemerintah pusat bukannya untuk pengembangan kelompok UMKM ‘Gemar Ikan’. Namun menyasar ke pelaku usaha yang adalah ASN dan atau oknum pejabat di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT. Itu sama dengan masyarakat yang gemar makan ikan tapi oknum pejabat yang gemar ‘makan uang’ bukan?  

Kupang, citra-news.com – GEMARIKAN atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan, yang digelorakan pemerintah pusat hingga saat ini terus menggema ke pelosok nusantara. Sadar bahwa wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah miniaturnya Indonesia, maka ‘Gemarikan’ menjadi program dari proyek andalan dinas kelautan dan perikanan.

Terkait proyek nasional ini, di era kepemimpinan FRENLY- Frans Lebu Raya dan Alexander Benny Litelnony (Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2013-2018) mematoknya sebagai salah satu tekad program. Yakni pembangunan, pengembangan, dan peningkatan sumber daya kelautan dan perikanan, secara masiv dan berkelanjutan. Bahkan jauh sebelumnya di era Gubernur Piet Alexander Tallo (Almarhum) dan Wakilnya Johanis Pake Pani membesut program serupa bernama GEMALA – Gerakan Masuk Laut.

GRACE F.P Ndoen, SH mengatakan, memandang program sebagai proyek, berimplikasi pada minimnya kolaborasi program antar pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Apakah alasan otonomisasi sehingga sinergisitas dan kolaborasi program antar pemerintah menjadi minim bahkan tidak terlaksana dengan baik.

“Sesungguhnya semua program pembangunan sasarannya untuk kesejahteraan rakyat. Pemerintah entah di eranya siapa program pembangunannya terus berkelanjutan. Hanya sayangnya program Gemarikan ini pada waktu lalu, belum banyak menyentuh ke semua elemen masyarakat. Sasaran program itu lebih mempriotaskan kelompok masyarakat pesisir saja. Artinya pada kabupaten yang mayoritas masyarakatnya mendiami wilayah yang dekat dengan laut atau perairan,”beber Grace F.P.Ndoen, SH saat ditemui citra-news.com Jumat 01 Maret 2019 di Kupang.

Grace yang adalah Pegiat Gemar Ikan dan memiliki kelompok UMKM bernama Ina Bo’I sekaligus pengelola RUN (Rumah Usaha Niaga) milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT (DKP NTT). Hampir pasti Grace cukup mengetahui sepak terjang soal RUN.

Menurut dia, pengelolaan program pemerintah di DKP NTT ibarat kios dalam toko. Pasalnya, oknum-oknum ASN terutama kepala bidang di dinas ini yang adalah juga jadi pelaku UKM. Jadi sejumlah dana yang digelontorkan pemerintah pusat untuk program Gemarikan dipandang sebagai proyek untuk meraup keuntungan pribadi dan kroni-kroninya.

Dia mencontohkan, RUN yang sesungguhnya menampung produk dari bahan ikan dan hasil laut, mestinya dapat memberikan laba bagi anggota kelompok UMKM yang tersebar di kabupaten/kota. Bukan untuk pengelola UMKM yang adalah ASN atau pejabat pemerintah. Sehingga adalah pantas tidak adanya kolaborasi dan sinergisitas program antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota. Karena egoistis dari masing-masing pihak. Apalagi berhubungan dengan pengelolaan dana bantuan modal bagi kelompok UMKM, oknum ASN dinas terkait ’gemar’ juga mengelolanya, beber Grace.

Dari ketimpangan-ketimpangan yang ada, harap Grace, di era Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat ini sejumlah program proyek masa lalu tidak berulang tahun lagi. Jangan lagi ada perilaku kotor dari oknum-oknum pemerintah masa lalu terus berkelanjutan. Iya, karena program berkelanjutan namun perilaku oknum pejabat tidak dirubah maka spirit NTT Bangkit Menuju Sejahtera ibarat jauh panggang dari api, ungkap Grace.

NTT Nomor Wahid Gizi Buruk

Sehubungan dengan program Gemarikan pada Selasa 30 April 2019, Ny. JULIE Sutrisno Laiskodat selaku Ketua Forum Koordinasi Peningkatan Konsumsi Ikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (FORIKAN NTT) turun berkampanye tentang program Gemarikan kepada pelajar se-Kecamatan SoA. Kegiatan tersebut bertempat di SD Inpres Mengerunda di SoA Kabupaten Ngada-Flores NTT.

Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT dalam siaran pers menulis, Bupati Ngada PAULUS Soliwoa dalam sambutannya mengakui potensi ikan di Kabupaten Ngada sangat luar biasa. Karena Ngada memiliki laut yang luas baik dibagian Barat maupun bagian Selatan wilayah itu. Namun kenyataannya ikan yang dimakan masyarakat Ngada berasal dari luar. Ini memang sesuatu yang sangat menyedihkan, ungkap Soliwoa. Sebab potensi perikanan tangkap kita sangat luar biasa.

Dikatakan Soliwoa, Gemar Makan Ikan tidak hanya program saja. Tetapi harus diimplementasikan. Karena itu perlu ada kolaborasi program antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Minimnya kolaborasi program antar pemerintah ini menjadi penyebab masyarakat tidak mengenal program pembangunan yang terjadi di wilayahnya. Dengan semakin diperkenalkan melalui kampanye semakin memasyarakatkan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.

Bupati Soliwoa di hadapan isteri Gubernur NTT Viktor Buntilu Laiskodat itu mengatakan, dalam mengimplmentasikan program Gemarikan  pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk secara rutin mengkampanyekan Gemarikan. Untuk siswa dan pelajar di sekolah dilakukan melalui komite sekolah, agar mengajak semua orangtua untuk menggerakan anaknya makan ikan. Ini penting dalam kerangka upaya mengatasi gizi buruk di Ngada yang masih cukup tinggi. Meskipun setiap tahunnya menurun.

Untuk memasyarakatkan Gemarikan, tambah Soliwoa, pemerintah daerah akan mendorong sekolah-sekolah membangun kolam ikan. Dan pemerintah akan mengalokasikan dana APBD II untuk kebutuhuan sarana prasarana dimaksud.

Sementara Ketua FORIKAN NTT Ny. Julie S. Laiskodat mengatakan, kampanye program Gemarikan ini merupakan upaya FORIKAN NTT untuk meningkatkan kecerdasan anak-anak NTT.

“Agar supaya anak cerdas maka mereka harus makan makanan yang berkualitas, termasuk makan ikan. Makin banyak makan ikan kita akan cerdas. Orang Jepang dan Cina memiliki otak cerdas dan pntar karena mereka rajin makan ikan. Kalau tidak gemar makan ikan maka SDM kita akan kalah bersaing.”

Menurut bunda Julie, saat ini NTT Juara 1 Gizi Buruk. Untuk mengatasi itu pemerintah wajib mengajak masyarakat makan ikan setiap hari. Apalagi pada saat kegiatan pemerintahan. Dia menghimbau masyarakat NTT untuk merubah pola komsumsi (makan) daging dengan konsumsi ikan.

“Saya yakin setelah rajin mengkonsumi ikan dan kelor anak-anak akan cerdas dan tidak stunting. Dengan demikian masa depan anak NTT dan generasi Ngada akan lebih baik. Hal ini adalah juga bagian mewujudkan NTT Bangkit dan Sejahtera,”ucap bunda Julie.

Kegiatan kampanye program Gemarikan  tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke-16; Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47; Hari Keluarga Nasional ke-26; dan Gelar Tekonologi Tepat Guna ke-5 Tingkat Provinsi NTT. Dengan mengambil tempat di Desa Mengerunda Kecamatan SoA Kabupaten Ngada – Flores Provinsi NTT sejak tanggal 29 April sampai dengan tanggal 2 Mei 2019.

Khususnya kampanye program Gemarikan Bunda Julie dan Ketua FORIKAN Kabupaten Ngada, Kurniati Soliwoa membagikan makanan tambahan dari olahan ikan kepada siswa pelajar se-Kecamatan SoA. Diantaranya Bakso Ikan dan Naget Ikan yang didalamnya dicampur dengan Marungga (kelor). +++ marthen-cnc/humas setdantt

Gambar : Ilutrasi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, JULIE Sutrisno Laiskodat (tengah), usai temu pers terkait Indonesia Fashion Week (IFW) di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTT,  Kupang Timor, Jumat 22 Maret 2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *