Bupati ROBY dan Bupati YAPAN Teken MoU Ketenagakerjaan

Keberangkatan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si dan rombongan ke Kabupaten Kutai Barat, tidak sekedar pelesir. Perjalanan dinas ini adalah menjalankan misi kemanusiaan. Meneken kontrak kerjasama dan perlindungan tenaga kerja asal Kabupaten Sikka yang ada di Kutai Barat.

Kutai Barat, citra-news.com – PEMERINTAH Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur (KALTIM) menjalin kerjasama di bidang ketenagakerjaan.

Kerjasama itu dituangkan dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding /MoU) tentang Perlindungan Tenaga Kerja asal Kabupaten Sikka di Kabupaten Kutai Barat. MoU itu ditandatangani oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto (ROBY) Diogo, S.Sos, M.Si dan Bupati Kutai Barat F.X. Yapan, SH di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Kutai Barat di Sendawar, Kamis 15 Mei 2019.

Peristiwa ini disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Sikka, Gorgonius Nago, SE didampingi Ketua dan Wakil Komisi III DPRD Sikka, Alfridus Melanus Aeng, SH dan Stefanus Sumandi, S.Fil. Sementara dari pihak Pemkab Kutai Barat, diantaranya Wakil Bupati Kutai Barat, H. Edyanto Arkan, SE dan Sekda Kutai Barat, Drs. YacobTullur, MM.

MoU bernomor 6/HK/MOU/2019 dan 130/HK.TU.P/V/2019 itu terdiri atas 7 (tujuh) pasal. Dalam mana Pasal 1 menyebutkan bahwa tujuan Nota Kesepahaman itu adalah (1) melindungi tenaga kerja asal Kabupaten Sikka dari perdagangan orang (human trafficking); (2) menertibkan administrasi tenaga kerja asal Kabupaten Sikka; (3) menertibkan prosedur perekrutan tenaga kerjaasal Kabupaten Sikka berdasarkan perundang-undangan yang berlaku; dan (4) memberikan jaminan pelayanan kesehatan, keamanan dan keselamatan tenaga kerja asal Kabupaten Sikka.

Sebagaimana didata oleh paguyuban Ikatan Keluarga Timur (IKKETIM), terdapat 2000 lebih pekerja asal Kabupaten Sikka yang bekerja terutama di sector perkebunan dan pertambangan di Kabupaten Kutai Barat. Dan sebagian besar dari jumlah itu tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) dan KTP Elektronik. Akibatnya, mereka sering diperlakukan tidak adil, termasuk tidak mendapatkan jaminan kesehatan dan berbagai hak lain. Termasuk di-PHK-kan tanpa pesangon.

Dalam sambutannya, Bupati Roby member apresiasi sekaligus  mengucapkan terima kasih atas kesediaan Pemkab Kutai Barat yang selama ini berkenancmenerima para warga asal Kabupaten Sikka Provinsi NTT yang bekerja di wilayah Pemkab Kutai Barat Provinsi Kalimantan Barat.

“Saya dan Wakil Bupati Sikka bertekad memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Sikka. Salah satu kebutuhan tersebut adalah bekerja dan memperoleh penghidupan yang layak. Sayangnya, belum banyak lapangan kerja yang bisa kami siapkan. Sehingga warga kami memilih merantau untuk bekerja. Salah satunya di Kabupaten Kutai Barat,”ungkap Bupati Sikka dalam sambutannya.

Dalam proses migrasi itu, Bupati Roby mengakui, terdapat banyak soal yang mereka alami. Yang semuanya bersumber dari ketiadaan dokumen administrasi kependudukan yang mereka miliki. “Oleh karena itu saya meminta Bapak Bupati dan segenap Pemerintahan Kutai Barat untuk kita bekerjasama, demi melindungi warga kita ini. Warga migrant asal Kabupaten Sikka sudah menjadikan Kutai Barat sebagai rumah keduanya,”pinta Bupati Roby.

Dukungan Politik

Bupati Roby juga menjelaskan bahwa sebelum ke Kutai Barat, pihaknya telah meminta restu kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Kami katakana bahwa kami berkehendak melakukan kerjasama lintas kabupaten di luar Provinsi NTT.

“Bapak Gubernur merestui, karena soal ketenagakerjaan ini juga menjadi salah satu program Pemerintah Provinsi NTT untuk memberikan perlindungan yang maksimal kepada semua pekerja selaku anak-anak bangsa,”aku Bupati Roby.

Sementara Bupati Kutai Barat, F.X. Yapan mengapresiasi kesepakatan kerjasama yang baru saja ditandatangani itu. “Saya sungguh senang, karena memang selama ini saudara-saudara saya dari Sikka khususnya dan dari NTT umumnya sudah membantu saya membangun daerah ini,” ucap Bupati Yapan.

Soal jumlah total, sebut dia, sekitar 219.000 lebih. Tapi betul yang Bapak Bupati Sikka bilang tadi, hanya sedikit yang punya KK dan KTP Elektronik. Sehingga kami juga belum bisa melayani mereka secara maksimal.

Bupati Yapan juga menyampaikan kondisi pekerja migrant disana. Bahwa pernah ada pekerja dari NTT yang sakit mental. Entah siapa yang masukkan dia ke RSJ. Tapi tiba-tiba saya ditagih Rp 250 juta, iya saya bantu. Karena memang itu tugas saya sebagai Bupati. Tapi saya takut juga, karena bisa jadi temuan BPK.

“Oleh karena itu, saya senang sekali kita sudah sepakati kerjasama ini. Selanjutnya dinas-dinas terkait bisa mulai segera tindaklanjuti itu. Saya juga minta kepada semua pemilik dan pemimpin perusahaan di Kutai Barat ini untuk sungguh-sungguh menghormati hak-hak pekerja, saudara-saudara kita itu. Karena saya sangat membutuhkan mereka. Saya tidak bisa bekerja sendirian membangun Kutai Barat ini tanpa bantuan para saudara kita itu. Jadi, soal KK dan KTP itu penting. Jika tidak, biar cukup surat pindah. Kita proses di sini. Kedepan saya juga berharap bisa berkunjung ke Kabupaten Sikka. Saya harap kita bisa kerjasam juga di bidang lain, seperti pendidikan, kebudayaan, pertanian, apa saja. Saya senang,”beber dia.

Ketua DPRD Sikka, Gorgonius Nago menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung semua niat luhur Pemerintah untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sikka.

“Kami DPRD selaku wakil rakyat pasti mendukung semua program yang baik untuk memajukan masyarakat kita. Termasuk sekarang kerjasama dengan Pemerintah Kutai Barat ini. Dan karena ada juga pekerja asal Kabupaten Sikka yang berada di wilayah lain, maka kami juga terus mendukung Bupati dan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk juga menjalin kerjasama dengan pemkab-pemkab lain,”kata Us Bapa.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Nakertrans Sikka Germanus Goleng, S.Sos dan Kepala Dinas Nakertrans Kutai Barat, Silan, SE, MM; Kabag Humas Setda Sikka, Even Edomeko, S.Fil; para pimpinan perangkat daerah se-Kabupaten Kutai Barat; para pengusahan perkebunan se-Kutai Barat; dan para Camat se-Kabupaten Kutai Barat. marthen/citra-news.com/edomeko-humassikka.

Gambar : Bupati Sikka ROBY Idong (ke-2 dari kiri) dan Bupati Kutai Barat F.X Yapan (ke-3 dari kiri) menandatangi MoU Perlindungan Tenaga Kerja di Kantor Bupati Kutai Barat di Sendawar, Kamis 16 Mei 2019.

Foto : Doc. CNC/even edomeko-humassikka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *