Munas ADSI Sodorkan PARIWISATA Prime Mover Ekonomi NTT

Foto : Illustrasi Ketua DPRD Provoinsi NTT, Anwar Puageno, di ruang kerjanya saat diwawancarai awak citra-news.com, Maret 2019. Doc. CNC/marthen radja

Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional menjadi titik labuh pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT). Eksotisme komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia (the new seven wonder) telah menggairahkan puluhan ribu wisatawan mancanegara berbondong datang menyaksikannya dengan mata telajang. Tapi apakah nantinya di tahun 2020, pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) oleh Pemerintah Provinsi NTT juga berpeluang menebalkan pundi-pundi ekonomi masyarakat NTT? Waktu jualah yang bicara.

Citra-News.Com, KUPANG – KETUA DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, ANWAR Puageno menyatakan pada prinsipnya dewan menyetujui rencana pemerintah untuk mengambilalih pengelolaan TNK oleh pemerintah Provinsi NTT.

“Pada prinsipnya kami menyetujui rencana bapak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mengambilalih pengelolaan TNK pada tahun 2020. Langkah awal dilakukan adalah dengan menutup sementara kawasan wisata yang ada,”kata Anwar.

Foto : HUT ke 41 Yunus Takandewa (Wakil Ketua DPRD NTT) dari PDIP dirayakan Usai Sidang Paripurna Pemandangan Umum terhadap Nota Pengantar LPJ APBD TA 2018, Selasa 11 Juni 2019. Tampak Sedka NTT Ben Polo Maing ikut meniupkan lilin. Doc. CNC/marthen radja.

Dalam temu pers dengan sejumlah awak media, Anwar menjelaskan dalam kerangka percepatan maka pembangunan kepariwisataan menjadi leading sector. Dalam program pembangunan NTT 5 tahun ke depan pemerintah Provinsi NTT menjadikan sector pariwisata sebagai prime mover  (penggerak utama) peningkatan ekonomi NTT.

Menurutnya, penyelenggaraan Musyawarah Nasional Asosiasi DPR Seluruh Indonesia (Munas ADSI) yang segera dilaksanakan di Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat pada tanggal 25-28 Juni 2019 adalah bagian dari upaya politik meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT.

“Dalam momentum pertemuan akbar para anggota DPR seluruh Indonesia ini, sesungguhnya kita ingin menonjolkan nuansa kepariwisataan NTT. Selain agenda rutin seperti lazimnya Munas ADSI, para tamu diajak berkeliling menikmati keindahan alam di Taman Nasional Komodo. Sebagai cinderamata bagi tamu istimewa, kita juga menyuguhkan souvenir tenun ikat khas NTT”,ucap Anwar.

Dalam kerangka percepatan ekonomi NTT, sambung Politisi beken dari Partai Golkar ini juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Viktor yang sudah membentuk Forum Masyarakat Ekonomi NTT dalam rapat bersama para bupati/walikota se-Provinsi NTT di Labuan Bajo tanggal 10 Juni 2019.

Wakil Ketua DPRD NTT, Gabriel Beri Bina menambahkan, Labuan Bajo Provinsi NTT dengan icon Komodo telah menjadi isu strategis nasional bahkan internasional. Oleh Karena itu pemerintah Provinsi NTT mengambil peran (take over) penyelenggaraan Munas ADSI ini.

“Kita NTT jangan hanya jadi penonton dong. DPRD Provinsi NTT juga turut berperan aktif dala meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Wujudnya adalah melalui penelenggraaan Munas ADSI di Labuan Bajo ini,”tandasnya.

Sementara Sekretaris Dewan Provinsi NTT, Thobias B. Ngongo menyebutkan, dalam kerangka mendorong kepariwisataan kita, DPRD NTT yang masuk dalam Koorodinator Wilayah V Bali Nusra bersepakat untuk menyelengarakan Munas ADSI di Labuan Bajo.

Foto : Thobias B. Ngongo di ruang kerjanya. Doc. CNC/marthen radja

“Perlu diketahui peserta Munas ADSI yang sudah terdaftar dan mmemastikan hadir, berjumlah 25 provinsi. Dengan total jumlah sebanyak 128 orang. Kami pastikan sampai pada hari ‘H-nya’ nanti seluruh provinsi di Indonesia turut mengambil bagian dalam Munas ADSI ini. Bisa dibayangkan  ada sekitar 500-an orang yang akan berwisata ke Labuan Bajo. Itu berarti juga dapat memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT khususnya masyarakat di Labuan Bajo,”beber Toby.

Dukung Pemerintah Dalam Penyelesaian Tapal Batas

Pada kesempatan yang sama, Anwar Puageno juga menyinggung soal penyelesaian tapal batas  oleh pemerintah NTT. Bahwa DPRD Provinsi NTT memberikan apresiasi kepada Gubernur Viktor yang telah menyelesaikan masalah perbatasan antara Kabupaten Ngada dengan Kabupaten Manggarai Timur.

Anwar mengakui, sengketa tapal batas di beberapa wilayah kabupaten sesungguhnya juga tidak luput dari perhatian DPRD Provinsi NTT. Kami memberikan apresiasi kepada bapak Gubernur yang baru-baru ini sudah menyelesaikan sengketa tapal batas antara Kabupaten Ngada dengan Kabupaten Manggarai Timur.

“Memang ada dua permasalahan yang sudah diselesaikan termasuk sengketa perbatasan antara Kabupaten Sumba Barat dengan Kabupaten Sumba Barat Daya. Kami harapkan di tempat-tempat lain juga jangan dibiarkan berlarut-larut dalam sengketa. Pak Gubernur pasti bisa secara arif dan bijaksana untuk menyelesaikannya,”ungkap Anwar.

Pantauan citra-news.com, bahwa belum final sengketa tapal batas antara Kabupaten Sumba Barat dengan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Dikabarkan, sejumlah tokoh masyarakat SBD telah menyurati Presiden Joko Widodo melalui Mentari Dalam Negeri (Mendagri). Warga masyarakat setempat memandang penyelesaian sengketa tapal batas tidak sebatas persoalan administrasi. Akan tetapi menyangkut hak tanah ulayat. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *