Mendaras pada kasus Gedung NTT FAIR, yang saat itu merupakan salah satu item proyek di Dinas Perumahan Rakyat (PERA) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Maka peran DT (Dona Fabiola Toh) merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan YA (Yuli Afra) selaku Pengguna Anggaran (PA).

Foto Illustrasi DONA Fabiola Toh, saat diwawancarai awak tabloid Citra News terkait program PNPM-MP (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan) Juli 2014. Doc. CNC/marthen radja
Selain proyek Gedung NTT Fair, kala itu Dinas PERAKIM juga membangun Monumen PANCASILA di kawasan Tenau – Blok Kota Kupang. Bangunan diatas tanah hibah milik pengusaha Theo Widodo itu hingga kini sedang mangkrak. Sama halnya dengan Gedung NTT Fair juga mangkrak.
Mirisnya, pembangunan pagar dan taman di Gedung SASANDO Kantor Gubernur NTT, disinyalir satu paket dengan salah satu atau dua dari megaproyek tersebut diatas. Pantauan awak citra- news.com diduga ada kait mengait didalamnya. Jika ditarik benang merah kekuasaan maka pejabat yang menangani proyek pembangunan gedung Sasando oleh PT Waskita Karya di era Gubernur dan Sekda NTT, Frans Lebu Raya dan Frans Salem itu adalah Zacharias Moruk.
Diketahui, proyek pertamanan dan pagar keliling Gedung Sasando, dikerjakan hingga awal kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef A. Nae Soi (Gubernur dan Wakil Gubernur NTT). Tidak diketahui kontraktor mana yang mengerjakan karena tidak ada papan proyek.
Terkait hal itu awak citra-news.com sudah berulangkali berusaha mewawancarai Zacharias Moruk sejak menjadi Kepala Biro Umum hingga sekarang jadi Kepala Badan Keuangan Setda NTT. Tapi belum jua berhasil karena sang kepala beralasan sibuk.
Soal sosok Dona Fabiola Toh alias DT, saat Dinas Pera NTT belum direformasi juga berulangkali minta waktu untuk diwawancarai, ada-ada saja alasannya.
“Pekerjan Gedung NTT Fair memang dinas ini (Perakim) yang melaksanakan. Sebetulnya pekerjaan ini oleh Dinas Pariwisata Prov.NTT. Tapi karena terkait infrastruktrur permukiman/perumahan menjadi Tusi (tugas dan fungsi) dinas kami. Perlu dipahami kami dinas baru karena sebelumnya hanya salah satu bidang dari Dinas PU yakni Bidang Cipta Karya. Nanti teknisnya tentang Gedung NTT Fair bisa ditanya ke ibu Dona”, ucap Yuli saat diemui d ruang kerjanya Juni 2018.
Usai Yuli diwawancarai, saat itu citra-news.com menuju lantai 2 gedung dinas yang terletak di bilangan WJ Lalamentik Kota Kupang. “Sudah ketemu ibu Kadis ko? Nanti lain kali sa beta ada sibuk na”, ucap Dona. +++ citra-news.com/kompas.com/mediapurnapolri.id













