Film Rumah Merah Putih Melabuhkan ‘the Unity of Diversity’

Foto bersama Gubernur Viktor, Wagub Josef, Wakil Walikota Kupang dr. Herman Man dengan para pelaku dan sutradara pada acara Launching film Rumah Merah Putih, Sabtu 15 Juni 2019 malam di Lippo Plaza Kupang-Timor Provinsi NTT. Doc. CNC/biro humas & protocol setda ntt.

Judul film layar lebar ‘Rumah Merah Putih’ memberikan inspirasi tentang kemajemukan di Indonesia. Bahwa kita berbeda-beda tapi tetap satu dan utuh – the unity of diversity – dalam balutan pilar Bhineka Tunggal Ika.

Citra-News.Com, KUPANG – “HARI ini untuk pertama kali, perdana premier film ini di Kupang. Tanggal 17 Juni bersama bapak Presiden di Jakarta. Dan pada tanggal 20 Juni secara serentak ditayang di seluruh bioskop di Indonesia. Kita berharap film ini memberikan pelajaran berharga bagaimana mencintai bangsa dan negara ini”.

Demikian dikatakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH, M.Si saat Launching/Peluncuran Perdana Penayangan Film Rumah Merah Putih, Sabtu 15 Juni 2019 malam, di Lippo Plaza Kupang-Timor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gubernur Viktor berharap Film Rumah Merah Putih dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia. Terutama dalam menumbuhkan semangat kebersamaan dan saling menghargai perbedaan.

Harapan yang bersifat peneguhan dari orang Nomor Satu di NTT ini sekaligus pesan moril bagi masyarakat (warga negara) umumnya. Karena sadar bahwa rakyat nusantara yang berasal dari kemajemukan suku, agama, etnis, dan ras. Demikian halnya dengan masyarakat NTT sebagai provinsi kepulauan adalah miniaturnya Indonesia, memiliki keberagaman yang sama pula.

Gubernur Viktor memberikan apresiasi yang tinggi kepada pasangan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen yang terus berkarya menghasilkan film inspiratif bertemakan nasionalisme. Lewat karya dan karsa keduanya, industri perfilman di Indonesia senantiasa bergeliat.

“Kami dari NTT sangat bangga karena Ari dan Nia sudah memilih lokasi di NTT dan anak-anak NTT untuk bermain dalam film ini,” ungkap Viktor seperti diberitakan Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Minggu 16 Juni 2019.

Bak gayung bersambut, senada dengan pernyataan Gubernur Viktor, pasangan suami istri Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen menyatakan kekagumannya. Atas keindahan alam dan suasana persaudaraan di NTT khususnya, dan Indonesia Timur umumnya.

“Banyak hal positif yang dapat ditularkan kepada ke daerah-daerah lain di Tanah Air. Saya selalu ditanya, kenapa selalu syuting di Timur seperti NTT dan Papua. Jawaban saya kenapa tidak. Saya harus syuting di NTT. Justru pertanyaan seharusnya adalah kenapa syuting di Jakarta. Di sini bagus, kita harus banyak belajar dari sini, dari adek-adek (anak-anak asli dari NTT yang membintangi film Rumah Merah Putih, red) yang ada disini”, jelas Ari Sihasale sambil memperkenalkan para pemeran cilik asli NTT.

Ari menambahkan, jadi kita harus banyak belajar di sini (NTT). Alasan ini mendasari dirinya membuat film Rumah Merah Putih di NTT agar warga Indonesia di daerah lain, yang sering kali berselisih karena berbagai kepentingan dapat belajar tentang pesan persaudaraan dari daerah Timur indonesia khsusnya dari NTT.

Diketahui, Ari Sihasale bersama produser Nia Zulkarnaen dan sederet nama besar yang membintangi film Rumah Merah Putih, diantaranya Pevita Pearce, Yama Carlos, dan Shafira Umm, berada di Kota Kupang dalam rangka penayangan perdana film tersebut di Lippo Plaza Kupang pada Sabtu (15/6) malam.

Selain itu pemutaran primer perdana film ini di Kupang berlangsung secara serempak di studio satu sampai studio enam di Lippo Plaza Kupang pada pukul 19.00 Wita atau sesudah acara Peluncuran. Sementara pemutaran secara serentak di seluruh bioskop tanah air akan berlangsung pada tanggal 20 Juni 2019 mendatang.

Rumah Merah Putih (RMP) merupakan hasil produksi RP Alenia Pictures. Berceritera tentang situasi di perbatasan Indonesia Timor Leste menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI. Lokasi syuting adalah di Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara.

Sama halnya komentar Pevita Pearce, salah satu pemeran film Rumah Merah Putih. Artis nasional ini mengaku sangat terkesan dengan suasana di NTT. Terutama kehangatan dan hospitalitas masyarakat di perbatasan.

“Aku selalu merasa bahwa orang-orang di sini adalah orang-orang terhangat yang aku kenal. Mudah-mudahan ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Karena sesungguhnya aku yakin bahwa representatif yang paling kuat dari orang Indonesia adalah orang NTT”, ungkap Pevita.

Acara Launching film Rumah Merah Putih dimeriahkan oleh Rambu Piras, Finalis Voice Indonesia asal NTT. Dalam kesempatan tersebut, Rambu Piras bersama Nia Zulkarnaen dan Gubernur Viktor melantunkan lagu Flobamora.

Turut hadir pada kesempatan ini Wakil Gubernur NTT, JosefA. Nae Soi, Forkopimda NTT, Sekretaris Daerah NTT, Wakil Walikota Kupang, dr Herman Man. Juga pasangan suami isteri sekaligus pemilik Rumah Produksi (RP) Alenia Pictures, Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, para artis pemeran seperti Pevita Pearce, Yama Carlos, Shafira Umm, Dicky Tatipikalawan, Petrick Rumlaklak, Amori De Purificacao dan beberapa lainnya, pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Pemkot Kupang, serta beberapa warga masyarakat Kota Kupang.

Sodorkan Merah Putih Berkibar di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Pasangan selebriti Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen kembali mengangkat kisah tentang anak-anak di Timur Indonesia lewat sebuah karya film. Usai Denias, Senandung di Atas Awan, Tanah Air Beta, serta Di Timur Matahari. Kini Alenia Pictures siap merilis film Rumah Merah Putih (RMP) yang berlatar di Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) wilayah Timor Barat Nusa Tenggara Timur-Indonesia.

Foto Pasangan Slebritis ARI Sihasale dan NIA Zulkarnain selaku Sutradara dan produser eksekutif di Film Rumah Merah Putih. Doc.CNC/CNN Indonesia

Film RMP itu akan berfokus pada kehidupan sepekan jelang perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

“Jelang 17 Agustus 2019, mereka punya kebiasaan untuk mengadakan perayaan. Berbeda dengan yang di kota-kota besar yang mungkin sudah jarang dan hanya sekadar pasang bendera saja,” kata Nia, sang Produser Eksekutif di kantor CNN Indonesia.com, beberapa waktu lalu.

Ari yang berperan sebagai sutradara menambahkan, umumnya dalam perayaan itu mereka berlomba-lomba untuk menghias daerahnya dengan atribut serba merah putih. Dari kebiasaan itu, ia memutuskan untuk mengambil cerita tentang Farel dan Oscar, yang diperankan oleh anak NTT asli yakni Patrick Rumlaklak dan Amori De Purivicacao.

Meski hidup sederhana di perbatasan, mereka disebut memiliki rasa cinta pada Tanah Air yang sangat dalam. Bersama kedua kawannya, Anton dan David, mereka mengikuti lomba panjat pinang dalam rangka memeriahkan 17 Agustus.

Namun, di tengah itu perlombaan itu mereka bertengkar tentang hadiah mana yang harus diambil duluan. Pada akhirnya mereka gagal dan saling menyalahkan. Masalah makin rumit ketika dua kaleng cat merah putih milik Farel hilang.

“Mereka bersahabat bukan hanya yang tulus tapi juga dalam bingkai merah putih. Dua-duanya Indonesia banget. Jadi karena ada yang hilang, akhirnya mereka saling bantu bagaimana caranya agar Farel tidak dimarahi ayahnya,” tambah Ari.

Ia bercerita, ide penggarapan kisah Rumah Merah Putih telah muncul sejak lima tahun lalu.

“Lima tahun lalu perbatasan tidak terlalu diperhatikan, beda dengan lima tahun sekarang. Dulu saat ke sana, kami sedih dan malu, lihat negara tetangga perbatasannya keren.”

Meski kehidupannya tak sebaik negara tetangga, lanjut Ari, cinta dan nasionalisme masyarakat perbatasan tidak pernah berubah. Hal itulah yang kemudian ia jadikan parameter untuk membawa pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Terutama sekarang ini, setelah Pilpres dan lain-lain, Indonesia semakin terpecah. Mungkin lewat film, kami bisa memberi tahu bahwa kita sama koq. Saya dari Ambon, ibu dan bapak Ambon tapi saya Indonesia. Kita semua Indo (Indonesia, red). Walaupun berbeda-beda, asalnya dari mana, tapi yang menyatukan dan rumah kita ya Indonesia,” lanjutnya menjabarkan.

Ke depannya, tambah Ari, ia berencana menjadikan potret kehidupan anak-anak di perbatasan Indonesia sebagai kisah Trilogi. Setelah NTT, ia akan melanjutkan dengan Rumah Merah Putih akan menampilkan aksi Pevita Pearce, Shafira Umm, Yama Carlos, Abdurrahman Arif, Dicky Tatipikalawan, Calvin Petrus, dan Antonio Do Rosario. Rumah Merah Putih dijadwalkan tayang secara umum mulai 20 Juni 2019. +++ citra-news.com/humas setdantt/CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *