JOSUA dan NATALSYA Finalis P3T NTT 2021 Meraih Puncak MONAS

SOFYAN Kurniawan (kiri) didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Rote Ndao, LONA A. Saek, pimpinan dari Dinas Pariwisata, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT pose bersama Pasangan JOSUA-NATALSYA, di Kupang, Timor NTT, Minggu 28 Maret 2021. Doc. marthen radja/citra-news.com

Sofyan : Tiada mungkin meraih prestasi gemilang tanpa melalui perjuangan yang panjang dan melelahkan. Demikian dialami 18 peserta yang membawakan tari dari beragam etnik budaya NTT. Selain diuji karakter kepribadiannya juga diuji wawasan dan kemampuan empirik.

Citra-News.Com, KUPANG –  SELAMA TIGA hari Dekranasda dan UPT Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Timur giat melaksanakan Pemilihan Putra Putri Tari (P3T) NTT tahun 2021. Persisnya dari tanggal 26-28 Maret 2021 di dua lokasi yang berbeda yakni di Sasando Hotel  dan Rumah Jabatan Gubernur NTT bilangan Jalan El Tari Kota Kupang.

Kepada awak citra-news.com (CNC) Ketua Panitian P3T tahun 2021 SOFYAN Kuriniawan mengatakan, adanya kerjasama antara Dekranasda dengan TUPT Taman Budaya Provinsi NTT menyelenggarakan event P3T tahun 2021.

“Event Pemilihan Putra Putri Tari tingkat Provinsi NTT tahun 2021 berpusat di Kota Kupang. Di ibukota Provinsi NTT ke-18 peserta yang membawakan tarian budaya  dari beragam etnik NTT, ditempa kemampauanya. Baik menyangkut karakter keprbadiannya memahami seni tari yang dilakonkan juga mengenai wawasan empiriknya mengenai sosial budaya dan pembangunan daerah,”tuturnya.

Waktu pelaksanaan P3T NTT tahun 2021 disiapkan panitia selama tiga hari full, tambah Sofyan,   dan diisi dengan aneka kegiatan sebagai bahan ujian  bagi peserta apakah layak dan patut tidaknya para finalis lolos hingga Tiga Besar. Malam ini (Minggu, 28 Maret 2021, red) adalah grandfinal dan hasilnya sudah diumumkan panitia. Ada tiga finalis masuk grand final masing-masing peserta tari dari Kota Kupang, Kabupaten TTS, dan Kabupaten Manggarai.

Dari tiga besar di grand final dipastikan peserta pemenang pertama yang akan meraih tiket menuju tingkat nasional yang dilaksanakan pada Mei 2021 di Jakarta. Sang pemenang pertama tersebut adalah JOSUA dan NATALSYA, finalis peserta tari dari TTS 2.

Kika : Pasangan JOSUA-NATALSYA pose bersama juri Astuty dan suasana pada Malam Penganugerahan P3T 2021 di Aula Rujab Gubernur NTT, Kupang, Timor-NTT, Minggu 28 Maret 2021. Doc. marthen radja/citra-news.com

Seperti diberitakan CNC sebelumnya, ada 18 peserta dari 9 pasang. Masing-masing Kabupaten Timor tengah Selatan (TTS) dua pasang sementara Kota Kupang, kabupaten Kupang, Rote Ndao, Manggarai, Manggarai Timur, Alor, dan Kabupaten Sikka masing-masingnya satu pasang.

“Finalis pemenang pertama di ajang ini kami punya impian saat P3T tahun 2021 di tingkat nasional. Kita berharap lebih. Jangan lagi seperti di ajang P3T tahun 2020 dimana Provinsi NTT berada di runner up. Kalau bisa menjadi the number one. Ya, menjadi pemenang pertama juga kala berlaga di ajang tingkat nasional Jakarta,”ungkap Sofyan.

Harapan ini, sambung dia, tentu diimbangi dengan tekad yang sama dari semua pemangku kepentingan. Pemerintah selaku pengambil kebijakan sudah beri ruang bagi generasi millenial menguji ketangkasan tari yang menjadi warisan leluhur orang NTT. Sebagai pembina di seni budaya terus kita kawal dengan latihan, latihan dan latihan secara kontinu dengan referensi-referensi yang menguatkan impian kita ini.

Kika : SOFYAN Kurniawan pose bersama pasangan MICHAEL Ratunite sebagai Pemenang Kedua dari Kota Kupang dan Tiga Finalis dan suasana pada Malam Penganugerahan P3T 2021 di Aula Rujab Gubernur NTT, Kupang, Timor-NTT, Minggu 28 Maret 2021. Doc. marthen radja/citra-news.com

 

“Untuk ke depannya sudah pasti Dekranasda dan UPT Taman Budaya Prov NTT mengajak semua lintas sektor mari kita kolaborasi dan sinergis memperjuangkan peserta tari yang sudah masuk nominasi tingkat provinsi. Ini sekaligus juga mengedukasi dan men-support peserta tari kaum milenial turut mempertanankan dan melestarikan nilai-nilai budaya leluhur orang NTT,”tandasnya.

Menjawab soal pemajuan Kebudayaan, Sofyan mengatakan, area yang paling mudah dalam menanamkan nilai-nilai kebudayaan kepada generai milenial adalah pada lembaga pendidikan formal.   Jadi di sekolah peserta didik jangan cuma dibekali pengetahuan umum yang bersifat teoristik. Tapi juga peserta didik ditanamkan nilai-nilai budaya dan kesenian daerah, terutama seni tari. Karena di dalam seni tari mengandung unsur karakterisktik budaya, dan adat istiadat yang dimiliki para leluhur orang NTT. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *